Hot News

Semarang - Pemprov Jateng telah mengantar sebanyak 225 santri dan calon santri ke Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Jawa Timur. Ratusan santri ini diberangkatkan dari halaman Masjid Agung Jawa Tengah, Rabu (17/6/2020) lalu.

Sebelum berangkat, para santri dan calon santri ini telah menjalani serangkaian tes kesehatan. Jadi saat kembali ke ponsok, mereka telah mengantongi surat keterangan sehat dan mendapat izin dari Gugus Tugas COVID-19 Jateng untuk berangkat.

Nah, sebelum akhirnya berangkat kembali ke Jatim, bus yang ditumpangi para santri ini telah disemprot dengan disinfektan. Selama di bus, tempat duduk antarpenumpang juga diatur agar bisa menerapkan physical distancing.

Pada pelepasan kemarin, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen ikut mengantar ratusan santri itu. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Provinsi Jateng dan Gugus Tugas COVID-19 Jateng yang telah membantu dalam penyelenggaraan rapid test.

"Terima kasih koordinasi dan kerja samanya para sopir dan kernet yang tadi pagi sudah melaksanakan rapid test. Hasilnya sudah kita ketahui, Alhamdulillah tidak ada yang reaktif," kata Yasin dalam rilis resminya.

Pria yang akrab disapa Gus Yasin ini pun berpesan agar para santri tetap menjalankan kewajiban untuk menerapkan protokol kesehatan dan juga pola hidup sehat.

"Ketika nanti dalam pesantren, saya berharap adik-adik tetap menjaga protokol kesehatan, berpola hidup sehat. Upayakan melakukan olahraga-olahraga kecil yang menyehatkan badan. Jangan terlalu banyak begadang. Di pondok biasanya kalau malam asyik diskusi masalah ilmiah. Akan tetapi, badan juga perlu diistirahatkan," pesannya.

Sementara itu Anindita Aprilia, salah satu santri asal Bancak, Semarang mengaku tidak mengalami kendala yang berarti saat mengurus surat keterangan sehat di puskesmas. Cukup menunjukkan KK dan kartu santri, ia sudah bisa mendapat pemeriksaan gratis.

1592447834-penyemprotan-barang-bawaan-santri-gontor.pngSumber: Ratusan santri asal Jateng diantar ke Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, Rabu (17/6/2020) (Humas Pemprov Jateng)

Pada pemeriksaan kesehatan ini, santri biasanya akan dicek suhu tubuh, tekanan darah, dan berat badan. Nah jika gejala klinis COVID-19 tidak ditemukan, maka santri bisa langsung mengantongi surat keterangan sehat.

"Sebelumnya juga saya melakukan karantina mandiri di rumah selama 10 hari, kemudian mengurus surat keterangan sehat. Nanti setelah sampai pondok juga akan kembali dilakukan karantina mandiri selama 14 hari," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa telah menyetujui untuk membuka kembali pondok pesantren di wilayahnya. Bahkan pondok pesantren sudah bisa kembali buka secara bertahap mulai Senin, 15 Juni 2020 lalu.

"Jadwal kembalinya santri ke pondok pesantren dapat dimulai tanggal 15 Juni 2020 dan dilakukan secara bertahap," kata Khofifah, Minggu (14/6/2020).

Adapun syarat kembali dibukanya pondok pesantren di Jatim itu telah tertuang dalam Surat Gubernur Jatim bernomor 188/3344/101.1/2020 pada 29 Mei 2020. Dalam keputusan itu, Khofifah membolehkan pondok pesantren kembali buka dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.


Loading ..