Hot News
URtrending

3 Daerah di Jateng Ini Masih Berstatus Zona Merah COVID-19

Nivita Saldyni,
15 Juni 2020
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
3 Daerah di Jateng Ini Masih Berstatus Zona Merah COVID-19
Image: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam rapat percepatan penanganan COVID-19 di kantor Gubernur Jateng, Senin (15/6/2020). (Humas Pemprov Jateng)

Semarang - Provinsi Jawa Tengah masih menyisakan tiga dari 35 kabupaten/kota di wilayahnya yang masuk kategori zona merah COVID-19. Ketiganya adalah Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan Magelang.

Kabar bahagia ini disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai menggelar rapat percepatan penanganan COVID-19 di kantor Gubernur Jateng, Senin (15/6/2020). 

"Dari laporan dan analisis semuanya, hari ini tinggal Kota Semarang, Kabupaten Demak dan Kabupaten Magelang yang masih zona merah. Sementara lainnya sudah masuk zona kuning, bahkan Banyumas dan Wonosobo itu sudah cenderung hijau," kata Ganjar dikutip dari laman Pemprov Jateng, Senin (15/6/2020).

Nah kepada tiga kepala daerah di tiga kabuapten/kota ini, Ganjar mengaku akan segera mengirimkan surat khusus untuk memperketat protokol kesehatan di sana. Apalagi Ganjar melihat, masih banyak masyarakat yang acuh protokol kesehatan saat berada di tempat umum.

"Di tiga daerah itu saya minta berhati-hati betul, tolong kegiatan semuanya diketatkan lagi. Kalau ada kegiatan masyarakat yang berkerumun, tolong dilarang. Nanti saya akan kirim surat agar pembatasannya lebih ketat," imbuhnya.

Meski demikian, Ganjar tetap meminta masyarakat yang berada di zona kuning juga tetap berhati-hati. Sebab penyebaran COVID-19 masih berpotensi kembali terjadi jika masyarakat tak menjaga kewaspadaannya.

Ganjar pun meminta beberapa hal kepada seluruh bupati dan wali kota se-Jateng untuk ikut berperan aktif memerangi COVID-19. Seperti halnya melakukan persiapan dan melakukan penataan khususnya di tempat publik, meningkatkan tracing, hingga peningkatan kapasitas tes COVID-19 oleh laboratorium.

"Saya minta laboratorium juga meningkatkan kapasitasnya. Kalau biasanya hasil lab tiga hari jadi, saya minta sehari selesai. Saya minta semua lab on selama 24 jam untuk keperluan ini," tegasnya.

Sementara itu, Tim Ahli Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jateng, Anung Sugihanto juga berpesan agar daerah yang sudah masuk zona hijau dan kuning agar tetap menjaga kewaspadaan.

"Semua harus hati-hati, tidak perlu cepat-cepat mengambil kebijakan normal baru. Sebab, tidak menutup kemungkinan potensi wabah COVID-19 kembali terjadi. Seperti Kebumen kemarin itu menurut kami terlalu dini, sebab dari data saat ini kasus PDP di daerah itu justru meningkat," kata Anung. 


Loading ..