Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Siap-siap, Besok Ada Fenomena Bulan Biru di Langit Indonesia

Dyta Nabilah,
sekitar 2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Siap-siap, Besok Ada Fenomena Bulan Biru di Langit Indonesia
Image: Bulan biru musiman (ilustrasi: Shutterstock)

Jakarta - Fenomena Bulan Biru (Blue Moon) bisa dilihat oleh masyarakat pada Minggu (22/8/2021). Namun, menurut Peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Andi Pangerang, hakikatnya fenomena tersebut bukan memunculkan bulan yang berwarna biru. 

Istilah tersebut setidaknya sudah ada sejak 400 tahun lalu. Dr.Philip Hiscock, penutur cerita rakyat berkebangsaan Kanada mengusulkan bahwa penyebutan 'Bulan Biru' bermakna ada hal ganjil dan tak akan pernah terjadi.

Bulan Biru yang benar-benar berwarna biru terjadi sangat langka dan tidak ada hubungannya dengan kalender, fase Bulan atau jatuhnya musim, melainkan akibat dari kondisi atmosfer. 

Baca Juga : Mengenal Peristiwa Gerhana Satelit 'Sun Outage'

"Abu vulkanik dan kabut asap, droplet di udara, atau jenis awan tertentu dapat menyebabkan Bulan Purnama tampak kebiruan," tutur LAPAN dalam keterangan tertulis pada Kamis (19/8/2021).

LAPAN menjelaskan bahwa ada dua definisi Bulan Biru. Pertama, ada Bulan Biru Musiman (Seasonal Blue Moon) yakni purnama ketiga dari salah satu musim astronomis yang di dalamnya terjadi empat kali bulan purnama.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by LAPAN (@lapan_ri)

"Bulan Biru Musiman terjadi sedikit lebih jarang daripada Bulan Biru bulanan—dalam 1100 tahun antara 1550 dan 2650, ada 408 Bulan Biru Musiman dan 456 Bulan Biru Bulanan," kata LAPAN.

Sementara itu, ada juga Bulan Biru Bulanan (Monthly Blue Moon) yakni terjadi jika Purnama di sekitar awal bulan Masehi. Hal ini dikarenakan rata-rata lunasi sebesar 29,53 hari yang mana lebih pendek dibandingkan 11 bulan lainnya  dalam kalender Masehi.

"Asal-usul historis istilah ini dan dua definisinya sebenarnya masing simpang siur dan kebanyakan pihak menganggapnya sebagai kesalahan interpretasi," lanjut LAPAN.

Baca Juga : Fenomena Langit Merah di Jambi Ternyata Ada Penjelasan Ilmiahnya

Pada 22 Agustus nanti merupakan fenomena Bulan Biru Musiman yang terjadi setiap dua atau tiga tahun sekali. Sebelumnya, pernah juga muncul pada 19 Mei 2019 dan 22 Mei 2016. 

"Fenomena ini akan terjadi kembali pada 20 Agustus 2024 dan 20 Mei 2027 mendatang," terang LAPAN. 

Dalam Almanak Petani Maine di Amerika Serikat, Bulan Biru Musiman pada 22 Agustus nanti juga punya penyebutan lain. Ada istilah Purnama Sturgeon (Ikan penghasil caviar) yang muncul pada permukaan danau sehingga mudah ditangkap. 

Lalu, ada juga nama lainnya yakni Purnama Jagung Hijau (Green Corn Moon), Purnama Ceri Hitam (Black Cherry Moon) dan Purnama Terbang Tinggi (Flying Up Moon). 
 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait