menu
user
Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Soal 'Mafia' di Bandara, Fadjroel: Pihak AP II dan Polisi Sedang Menyelidiki

Shelly Lisdya,
8 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Soal 'Mafia' di Bandara, Fadjroel: Pihak AP II dan Polisi Sedang Menyelidiki
Image: Ilustrasi bandara. (Instagram @angkasapura2)

Jakarta - Belum lama ini, beredar kabar adanya dugaan aksi mafia di balik kedatangan orang dari luar negeri di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

Dari kabar tersebut, polisi menguak adanya penyelundupan penumpang dari luar negeri untuk masuk Indonesia tanpa karantina. Dengan syarat, harus membayar Rp 6,5 juta. 

Sebelumnya, seorang WNI berinisial JD diduga menyerahkan sejumlah uang ke oknum petugas Bandara Soetta, Tangerang, agar lolos proses karantina COVID-19. JD diketahui datang dari India, di mana kasus COVID-19 di negara tersebut melonjak hingga 300 ribu per harinya.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi), Fadjroel Rachman mengaku telah menghubungi pihak Angkasa Pura II guna cepat menyelesaikan persoalan tersebut.

"Sudah berusaha menghubungi direktur utama AP II dan beliau bersama tim dan kepolisian sedang meneliti apa yang sebenarnya terjadi," katanya ketika URtalks, Selasa (27/4) malam.

"Nah, kita tunggu dari AP II dan kepolisian mengumumkan apa yang mereka dapatkan, jadi saya tidak mendahului keputusan. Tetapi pemerintah telah melarang sejak 25 April WNA atau WN India masuk ke Indonesia," imbuhnya.

Pemerintah Indonesia sendiri telah menangguhkan sementara pemberian visa kunjungan dan visa tinggal terbatas, serta menolak masuknya orang asing yang memiliki riwayat perjalanan 14 hari terakhir ke India, sebelum masuk ke Indonesia.

Namun, terkait kapan berakhirnya kapan pelarangan tersebut, Fadjroel menyebut pihak berwenang masih berkoordinasi.

"Pihak tersebut adalah Kemenkumham, Kemenlu dan Kemenkes akan menentukan durasi pelarangannya. Jadi, kita tunggu dulu dan tetap atuhi protokol kesehatan dan jangan mudik," pungkasnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait