beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Soal Penghapusan Golongan Listrik 450 VA, Pemerintah Klaim Belum Ada Rencana

Itha Prabandhani,
17 September 2022 12.50.08 | Waktu baca 3 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Soal Penghapusan Golongan Listrik 450 VA, Pemerintah Klaim Belum Ada Rencana
Image: PLN. (indonesia.go.id)

Jakarta - Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, menyatakan belum ada rencana untuk mengalihkan pelanggan listrik berdaya 450 VA ke 900 VA.

Menurut Arifin, wacana tersebut kurang tepat diimplementasikan saat ini, lantaran pengalihan daya listrik dari 450 VA ke 900 VA, berpotensi meningkatkan penggunaan listrik yang berimbas pada peningkatan biaya.

“Kalau daya listrik naik, pasti akan ada dampaknya. Otomatis pembayarannya yang mengikuti 900 VA. Nah, itu kan nggak jelas, apalagi dikemukakan pada saat-saat seperti ini. Jadi sensitif,” ujar Arifin, dikutip dari laman Kementerian ESDM.

Lebih lanjut, Arifin menjelaskan bahwa pemerintah tengah fokus melakukan berbagai upaya perbaikan ketepatan sasaran subsidi listrik 450 VA, salah satunya dengan pembaruan data.

Pembaruan data akan dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat secara nasional, khususnya dengan adanya pandemi COVID-19.

“Kalau penataan tepat sasaran, kami sedang proses mengarah itu supaya yang betul-betul menerima dan membutuhkan dapat manfaatnya,” ujarnya.

“Kita sudah petakan, tapi kita sudah update lagi. Karena dengan kejadian pandemi COVID, kondisi sekarang ini, kan pasti berubah. Harus ada yang kita update,” lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memastikan tidak akan melakukan penghapusan golongan pelanggan listrik dengan daya 450 VA. Selain itu, PLN juga menegaskan tidak akan menaikkan daya listrik 450 VA menjadi 900 VA dan tidak akan ada perubahan tarif.

“Keputusan pemerintah sudah sangat jelas. Tidak ada perubahan daya dari 450 VA ke 900 VA dan PLN siap menjalankan keputusan tersebut,” kata Prasodjo dalam keterangan resminya, Sabtu (17/9/2022).

Prasodjo menambahkan, selama ini pemerintah dan PLN tidak pernah melakukan pembicaraan mengenai perubahan daya listrik tersebut.

Dalam Rapat Panitia Kerja (Panja) yang dihadiri oleh Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dan Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan pada Senin (12/9/2022), ia menyebut tidak ada pembahasan formal apapun atau agenda tentang pengalihan daya listrik 450 VA ke 900 VA.

Darmawan menyatakan, PLN akan terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk memastikan pelayanan yang optimal terhadap ketersediaan listrik di Tanah Air. PLN juga berupaya untuk turut menjaga produktivitas dan daya beli masyarakat dalam masa pemulihan ekonomi.

Sebelumnya, muncul isu penghapusan golongan pelanggan daya 450 VA yang akan dialihkan ke daya listrik 900 VA. Ini bermula dari usulan Banggar DPRI agar daya 450 VA dihapus untuk kelompok rumah tangga miskin.

“Kami sepakat dengan pemerintah untuk (menaikkan) 450 VA menjadi 900 VA, dan 900 VA jadi 1.200 VA,” ujar Ketua Banggar Said Abdullah dalam rapat Panja pembahasan RUU APBN 2023 dengan Kementerian Keuangan di Jakarta, seperti dikutip dari kanal YouTube Banggar DPR RI, Selasa (13/9/2022).

Said menyebut keputusan ini diambil dengan beberapa pertimbangan, seperti meningkatkan kualitas hidup masyarakat kurang mampu, sekaligus mengatasi masalah kelebihan pasokan atau over supply listrik yang tengah dihadapi PLN.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait