URstyle

Sopir Mercy yang Lawan Arus di Tol Diduga Pengidap Demensia, Penyakit Apa itu?

Eronika Dwi, Minggu, 28 November 2021 17.16 | Waktu baca 3 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Sopir Mercy yang Lawan Arus di Tol Diduga Pengidap Demensia, Penyakit Apa itu?
Image: Ilustrasi Demensia. (Freepik)

Jakarta - Seorang pengemudi sedan Mercedes E300 atau Mercy bernomor polisi B-1125-KAD melawan arus di jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) KM 53.600 B pada Sabtu (27/11/2021) sekitar pukul 17.00 WIB.

Akibat dari melawan arus tersebut, Mercy yang dikemudikan oleh pria berinisial MSD (67) itu menabrak kendaraan lainnya, yakni mobil Honda Mobilio bernomor polisi B-1129 dan Kijang Innova bernomor polisi B-1065-FFH.

Menurut keterangan polisi dari pemeriksaan awal, sopir Mercy diduga penderita demensia.

"Dari informasi awal, dugaan sementara yang bersangkutan dalam kondisi demensia atau menurunnya kondisi kemampuan berpikir," kata Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Argo Wiyono, dikutip dari Antara, Minggu (28/11/2021).

Mengutip dari berbagai sumber, demensia merupakan suatu gejala yang disebabkan oleh rusaknya sel saraf dan hubungan antar saraf pada otak.

Demensia mengakibatkan penurunan daya ingat dan cara berpikir. Selain itu, demensia juga mengakibatkan perubahan sifat dan perilaku seseorang.

Demensia dibagi menjadi dua kategori, bisa disembuhkan dan tidak dapat disembuhkan. Demensia bisa disembuhkan jika penyakit penyebabnya dapat disembuhkan.

Contohnya, jika demensia terjadi akibat penyalahgunaan zat terlarang, maka bisa dipulihkan dengan berhenti mengonsumsi obat terlarang. Berikut penyebab demensia yang bisa disembuhkah:

1. Penyalahgunaan zat terlarang dalam jangka panjang
2. Tumor otak yang dapat diangkat
3. Hematoma subdural atau pendarahan di kepala pada rongga subdural
4. Gangguan kelenjar tiroid
5. Kurangnya vitamin, khususnya Vitamin B12
6. Hipoglikemia atau gula darah rendah
7 . Hidrosefalus tekanan normal atau membesarnya ventrikel otak yang dapat menyebabkan hilangnya ingatan

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait