Hot News

Jakarta - Starbucks belum lama ini memutuskan untuk memperbolehkan karyawannya mengenakan pakaian dan aksesoris berkenaan dengan kampanye "Black Lives Matter".

Keputusan tersebut cukup kontradiktif dengan kebijakan perusahaan yang selama ini melarang pencatutan kampanye berbau politik dan SARA yang dinilai akan "memperkuat perpecahan".

Raksasa coffee chain tersebut juga menyatakan akan menyediakan sebanyak 250.000 pakaian "Black Lives Matter" bermerek Starbucks untuk barista dan karyawan lain yang menginginkannya.

"Starbucks berdiri dalam solidaritas dengan mitra, komunitas, dan pelanggan Kulit Hitam kami, dan memahami keinginan untuk mengekspresikan diri," kata Starbucks dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari The New York Time (13/6/2020).

"Kami terus mendengarkan mitra kami (karyawan) tentang bagaimana mereka ingin membela keadilan, sementara dengan bangga mengenakan celemek hijau dan berdiri bersama dalam satu kesatuan," imbuhnya.

1592028794-EZcp3XSU0AEyG6r.jpg

Meski demikian, ajakan untuk memboikot Starbucks muncul setelah Starbucks memposting serangkaian pesan di media sosial yang oleh banyak karyawan dianggap sebagai sebuah kebohongan.  

Pada 4 Juni, akun Twitter resmi perusahaan itu memposting: “Black live matter. Kami berkomitmen untuk menjadi bagian dari perubahan."

Akan tetapi, karyawan yang ingin memproyeksikan pesan serupa dengan mengenakan pakaian atau aksesoris 'Black Live Matter' saat bekerja justru dilarang.

Selain itu, pihak internal Starbucks juga sempat membuat sebuah memo yang mengatakan bahwa mengenakan pakaian dan aksesoris "Black Live Matter" dapat memicu kesalahpahaman dan kekerasan.

Lalu pada hari Jumat (12/6/2020), Starbucks mengatakan di Facebook, Instagram dan Twitter bahwa mereka telah mengubah kebijakannya.  

Menanggapi pertanyaan di media sosial, perusahaan tersebut mengklarifikasi bahwa 250.000 kemeja Black Lives Matters bermerek Starbucks tidak akan dijual kepada pelanggan tetapi akan didistribusikan kepada karyawan yang menginginkannya.  

Perusahaan juga mengklarifikasi bahwa sampai pakaian itu siap, karyawan dapat mengenakan pakaian Black Lives Matter mereka sendiri.


Loading ..