Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URtech

Startup Panic, Gim Asal Malang yang Diminati Pasar Dunia

Shelly Lisdya,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Startup Panic, Gim Asal Malang yang Diminati Pasar Dunia
Image: Gim Startup Panic. (Ist)

Malang - Produk gim atau permainan yang dibuat oleh salah satu perusahaan rintisan (start up) di Kota Malang, Jawa Timur diminati pasar dunia loh, Urbanreaders.

Bernama Startup Panic by Algo Rocks, gim ini bergaya casual yang menantang pemainnya membuat simulasi, dan mengembangkan startup media sosial.

Gim buatan Algo Rocks asli Malang ini menuntut para pemainnya untuk bisa berpikir kritis, taktis dan idealis, agar startup yang tengah dibangun bisa menjadi sukses.

Startup Panic sendiri dipublikasikan oleh tinyBuild, yang merupakan publisher gim indie yang berbasis di Washington, Amerika Serikat. Sementara TinyBuild merupakan perusahaan Amerika Serikat yang didirikan sejak 2011.

Founder Algorocks, Adib Toriq mengatakan bahwa salah satu produk gim buatannya yang diluncurkan oleh perusahaan asal Amerika Serikat, mendapatkan respons positif dari penggemar gim di berbagai negara.

"Respons gim Startup Panic, menurut saya sudah cukup baik dan bagus, baik dari publisher, maupun pengguna," katanya dikutip ANTARA, Selasa (2/11/2021).

Adib mengaku sebelum gim tersebut sukses dilirik oleh publisher asal Amerika Serikat, ia beberapa kali gagal dalam mengembangkan sejumlah gim.

"Sebelumnya saya sempat buat dua gim. Itu gagal, tidak sukses. Namun kita belajar terus, dan tidak berhenti," ungkapnya.

Usai mengalami kegagalan tersebut, ia mulai mengembangkan gim Startup Panic sejak 2016. Usai melakukan pengembangan gim tersebut, Adib kemudian mengunggah demo gim Startup Panic di internet.

"Pada 2019, kami posting demo di internet. Kemudian mendapatkan tanggapan dari TinyBuild. Saya tidak menyangka, dan akhirnya kami dipublikasikan oleh tinyBuild," ujarnya.

Pada masa awal pengembangan Startup Panic tersebut, Algorocks hanya memiliki tiga orang pekerja. Dan kini, Algorocks telah mempekerjakan 11 anak-anak muda yang tersebar di Indonesia guna mengembangkan gim yang tengah digarap.

"Karyawan kami bukan hanya di Malang. Tapi ada juga di Bogor, Batam, dan Yogyakarta. Kemudian, untuk beberapa pekerjaan gim, ada yang dikerjakan dari Jerman dan Rusia. Ini di luar yang 11 orang karyawan tersebut," ujarnya.

Ia mengakui, untuk mengembangkan sebuah gim membutuhkan dana yang sangat besar. Adib mengaku menggunakan modal pribadi, namun, pada saat sebuah gim itu sukses, nilai yang ia terima pun juga tinggi.

"Saya tidak bisa menyebutkan besarannya berapa. Namun, dari hasil pengembangan Startup Panic selama 2-3 tahun, saya bisa membuat tiga gim lain," pungkasnyaa.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait