menu
user
URtech

Streaming Lewat Smartphone Semakin Populer Selama Pandemi

Afid Ahman,
sekitar 2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Streaming Lewat Smartphone Semakin Populer Selama Pandemi
Image: Ilustrasi streaming. (Pixabay)

Jakarta - Popularitas layanan streaming Over The Top (OTT) lewat smartphone meningkat secara luar biasa seiring konsumen mencari hiburan selama pandemi.

Demikian diungkap laporan dari platform analytics pemasaran aplikasi global, Adjust. Mereka mensurvei 8000 responden di AS, Inggris, Jerman, Turki, Jepang, Singapura, Korea, dan Cina.

Kenaikan yang terjadi menunjukkan bahwa ada perubahan mendasar dalam pola konsumsi ke arah mobile. Mematahkan mitos bahwa sebagian besar streaming seluler dilakukan saat sedang dalam perjalanan.

Sebanyak 84% pengguna di berbagai negara yang disurvei menggunakan smartphone untuk streaming konten dalam jumlah yang sama atau bahkan lebih banyak sejak adanya pembatasan sosial.

Secara rata-rata, lebih dari setengah pengguna yang disurvei (52,5%) mengatakan bahwa mereka lebih banyak melakukan streaming melalui ponsel pintar sejak pembatasan sosial diberlakukan. 

Hanya 12% pengguna yang lebih sedikit melakukan streaming. Ini artinya jumlah pengguna yang menggunakan smartphone untuk streaming konten video empat kali lipat lebih banyak.

Pengguna di China (93,8%) dan Turki (91,9%) paling sering melakukan streaming 'sekali seminggu hingga setiap hari' dibandingkan dengan 69,4% pengguna di AS, 57,2% pengguna di Jepang, dan 45,7% pengguna di Inggris.

Kaum milenial menjadi kelompok pengguna streaming seluler yang paling besar sekaligus menonton dengan durasi yang paling lama. Rata-rata durasi sesi milenial sedikit di atas 90 menit (94,2), diikuti oleh Gen Z yakni sedikit di bawah 90 menit (87,6).

Para pengguna juga mengalokasikan anggaran yang cukup signifikan untuk layanan streaming dan hiburan on-demand. Korea memimpin dengan pengeluaran bulanan sebesar US$ 42,68 atau sekitar Rp 601 ribuan  per bulan, dibandingkan dengan AS US$ 33,58 atau Rp 473 ribuan dan Inggris US$34,82 atau kisaran Rp 490 ribuan

Riset yang dilakukan oleh Adjust juga menemukan bahwa second-screening semakin populer di seluruh dunia . Secara rata-rata, lebih dari tiga perempat (76%) responden menggunakan telepon seluler sembari menonton TV, kebiasaan menonton seperti ini paling banyak ditemukan di Singapura dan China (keduanya 85%), diikuti oleh AS (83%).

Aplikasi sosial menjadi pilihan pertama untuk second-screeners — secara rata-rata, 65,4% responden memilih aplikasi sosial — diikuti oleh aplikasi perbankan (54,9%) dan aplikasi game (44,9%). Second-screener di APAC cukup berminat terhadap aplikasi pengiriman makanan, tingkat penggunaan paling tinggi ditemukan di China (65,2%), Korea (36,6%) dan Singapura (48,2%).

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait