URstyle

Jangan Anggap Sepele, Ini Tanda Bahaya dan Risiko Komplikasi di Awal Kehamilan

Urbanasia, Rabu, 6 Mei 2026 23.45 | Waktu baca 3 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Jangan Anggap Sepele, Ini Tanda Bahaya dan Risiko Komplikasi di Awal Kehamilan
Image: Ilustrasi wanita hamil (pexels/cottonbro)

Jakarta - Kehamilan jadi momen yang membahagiakan. Tapi di balik itu, trimester pertama justru jadi fase paling krusial yang membutuhkan perhatian ekstra, karena risiko komplikasi masih cukup tinggi.

Menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan di Eka Hospital PIK, dr Krisantus Desiderius Jebada, pada fase awal kehamilan, tubuh ibu mengalami banyak perubahan. Sayangnya, tidak semua perubahan tersebut bisa dianggap normal, dan beberapa tanda bahaya justru kerap terlewat.

“Pada trimester pertama, tubuh sedang beradaptasi dengan perubahan hormon yang cukup signifikan. Karena itu, penting bagi ibu hamil untuk bisa membedakan mana gejala normal dan mana yang menjadi tanda bahaya,” ujarnya dalam diskusi media di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Gejala Awal dan Tanda Bahaya yang Perlu Dikenali

Gejala seperti mual, mudah lelah, hingga perubahan emosi memang umum terjadi di awal kehamilan. Namun, kondisi ini tidak selalu bisa dianggap sepele.

“Keluhan seperti mual memang umum terjadi, tetapi jika berlebihan atau disertai gejala lain, itu bisa menjadi tanda adanya komplikasi,” jelasnya.

Beberapa gejala tidak boleh diabaikan, terutama pada trimester pertama. Perdarahan, nyeri perut hebat, hingga muntah terus-menerus yang membuat ibu tidak bisa makan dan minum menjadi sinyal penting untuk segera memeriksakan diri.

“Jika ibu mengalami perdarahan, nyeri perut hebat, atau muntah terus-menerus hingga tidak bisa makan dan minum, sebaiknya segera periksa ke dokter,” tegasnya.

Selain itu, tanda lain seperti demam tinggi, pusing berat, keluarnya cairan abnormal, hingga sakit kepala hebat juga perlu diwaspadai. Bahkan, hilangnya gejala kehamilan secara tiba-tiba bisa menjadi indikasi kondisi yang lebih serius.

Risiko Komplikasi dan Pentingnya Deteksi Dini

1778085774-Obgyn-EKA-Hospital-PIK.jpgDokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan di Eka Hospital PIK, dr Krisantus Desiderius Jebada. (Urbanasia)

Pada trimester pertama, ada beberapa komplikasi yang cukup sering terjadi. Salah satunya adalah hiperemesis gravidarum, yaitu kondisi mual dan muntah berat yang bisa menyebabkan dehidrasi dan kekurangan nutrisi.

“Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan dehidrasi dan kekurangan nutrisi pada ibu,” ujarnya.

Risiko lain yang cukup tinggi adalah keguguran, yang umumnya ditandai dengan perdarahan dan kram perut, dengan penyebab yang bisa beragam.

Selain itu, kehamilan ektopik juga menjadi kondisi darurat yang perlu diwaspadai karena berpotensi mengancam nyawa.

“Ini kondisi darurat karena bisa mengancam nyawa jika tidak segera ditangani,” katanya.

Tak hanya itu, infeksi seperti infeksi saluran kemih juga cukup sering terjadi pada ibu hamil dan membutuhkan penanganan yang tepat.

Untuk meminimalkan risiko, pemeriksaan kehamilan secara rutin menjadi langkah penting yang tidak boleh dilewatkan.

“Dengan pemeriksaan rutin, komplikasi bisa dideteksi lebih awal sehingga penanganannya juga bisa lebih cepat,” jelasnya.

Selain itu, menjaga pola hidup sehat seperti mengonsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, dan menghindari stres juga berperan penting dalam menjaga kondisi ibu dan janin.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait