Jepang Izinkan Wisatawan Individu Masuk Bebas Visa Bulan Depan

Jakarta - Pemerintah Jepang akan segera menghapus beberapa peraturan ketat terkait pembatasan Covid-19, salah satunya adalah dengan memberlakukan bebas visa pada 11 Oktober mendatang.
Menurut Perdana Menteri Fumio Kishida, langkah ini harus diambil oleh Jepang agar pariwisata yang sebelumnya hampir mati karena COVID-19 bisa hidup kembali.
Pengunjung individu nantinya akan diperbolehkan untuk masuk ke Jepang, begitu juga dengan kebijakan perbatasan jumlah kedatangan harian juga akan dihapuskan.
Selain itu, langkah ini juga harus diberlakukan lantaran nilai mata uang yen yang juga makin merosot ke level terendah terhadap dollar AS. Sehingga, jika Jepang membuka pasar pariwisatanya, nilai Yen juga akan kembali dan bisa menambah keuangan negara.
Ketika pariwisata sudah diberlakukan, Jepang akan memberlakukan berbagai diskon dan promo yang bisa dinikmati oleh para wisatawan lokal maupun internasional.
"Prinsipnya adalah agar pasar menentukan tingkat mata uang, tetapi kami tidak dapat mengabaikan pergerakan berlebihan yang berulang karena spekulasi," kata Kishida dikutip Urbanasia dari Straits Times, Jumat (23/9/2022).
Langkah tersebut mengikuti keputusan Bank of Japan sebelumnya pada hari Kamis untuk mempertahankan suku bunga ultra rendah, dan muncul setelah berbulan-bulan spekulasi bahwa pihak berwenang harus mengambil tindakan untuk membendung penurunan sekitar 20 persen dalam mata uang tahun ini.
Sebelum COVID-19, Jepang mengizinkan pengunjung dari 68 negara dan wilayah, termasuk Amerika Serikat dan Singapura, untuk tinggal selama 90 hari tanpa visa. Jumlah pengunjung mencapai rekor hampir 32 juta pada 2019, merosot menjadi sekitar 246.000 tahun lalu.
Kepala Sekretaris Kabinet Hirokazu Matsuno juga mengatakan awal pekan ini, pemerintah sedang mempertimbangkan perubahan undang-undang yang akan memungkinkan hotel untuk bisa menolak tamu yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Walau memang peraturan memakai masker tidak dibuat secara tertulis, tetapi mayoritas masyarakat Jepang masih menggunakan masker. Sehingga, sebaiknya jika ingin berlibur ke Jepang tetaplah membawa masker.
