URstyle

Masuki Usia 37 Tahun, Yastroki Komitmen Wujudkan ‘Indonesia Ramah Stroke’

Urbanasia, Senin, 19 Januari 2026 09.21 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Masuki Usia 37 Tahun, Yastroki Komitmen Wujudkan ‘Indonesia Ramah Stroke’
Image: Perayaan HUT Ke-37 Yastroki digelar di Prodia Tower. (Urbanasia)

Jakarta - Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) menandai usia ke-37 tahun dengan memperkuat perannya dalam membangun ekosistem kesehatan yang lebih ramah bagi penyintas stroke di Indonesia.

Mengusung tema “Dengan Semangat di Tahun Baru 2026, Yastroki Membangun Kolaborasi Menuju Indonesia Ramah Stroke”, Yastroki menegaskan komitmennya untuk memperluas edukasi stroke dengan melibatkan keluarga sebagai garda terdepan.

Stroke hingga kini masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Tanah Air. Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia, stroke menempati posisi kedua penyebab kematian tertinggi setelah penyakit jantung. 

Setiap tahunnya, diperkirakan muncul sekitar 500 ribu kasus baru, dengan 70 hingga 80 persen penyintas harus menghadapi disabilitas permanen yang berdampak pada kualitas hidup dan produktivitas.

Ketua Umum Yastroki, Mayjen (Purn) Dr. dr. Tugas Ratmono menegaskan, kecepatan penanganan menjadi faktor krusial dalam menekan risiko kematian dan kecacatan akibat stroke. Prinsip time is brain disebutnya sebagai kunci utama dalam penyelamatan pasien.

“Memasuki usia ke-37, Yastroki tidak hanya ingin menjadi wadah edukasi, tetapi juga penggerak kolaborasi untuk mewujudkan Indonesia Ramah Stroke. Ini dimulai dari keluarga sebagai lingkungan terdekat pasien,” ujar Tugas Ratmono dalam perayaan HUT Ke-37 Yastroki di Prodia Tower, Minggu (18/1/2026). 

Menurutnya, kemampuan anggota keluarga dalam mengenali tanda awal stroke dan segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan yang tepat dapat menyelamatkan nyawa sekaligus mencegah kecacatan permanen. Karena itu, Yastroki mendorong penguatan peran keluarga dalam proses deteksi dini.

Selain keluarga, Yastroki juga terus mendorong lahirnya relawan Stroke Helper di tingkat Rukun Warga (RW). Relawan ini diharapkan dapat menjadi penghubung antara masyarakat dan fasilitas kesehatan, khususnya rumah sakit yang memiliki layanan penanganan stroke secara komprehensif atau dikenal sebagai “Rumah Sakit Ramah Stroke”.

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-37, Yastroki menggelar talk show hibrida bertajuk “Deteksi Dini Stroke di Dalam Keluarga dan Penanganannya” di Prodia Tower, Jakarta Pusat. 

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai faktor risiko stroke, seperti hipertensi yang dialami sekitar 25–30 persen orang dewasa, diabetes, serta pola makan yang tidak sehat.

Dengan prevalensi stroke di Indonesia mencapai 10 per 1.000 penduduk, Yastroki menilai upaya edukasi harus dilakukan secara masif dan berkelanjutan. 

Sepanjang 2026, organisasi ini berkomitmen memperluas jangkauan edukasi ke seluruh cabang Yastroki di Indonesia melalui kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan RI dan berbagai pemangku kepentingan.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait