URstyle

Vaksinasi Campak untuk Dewasa, Perlu Nggak Sih?

Urbanasia, Jumat, 1 Mei 2026 11.11 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Vaksinasi Campak untuk Dewasa, Perlu Nggak Sih?
Image: Ilustrasi - Pemberian vaksin campak MR/MMR kepada orang dewasa. (Freepik)

JakartaVaksinasi campak dianggap hanya penting saat masa kanak-kanak. Padahal, perlindungan terhadap virus ini tetap dibutuhkan hingga dewasa, terutama bagi mereka yang belum pernah divaksin atau tidak memiliki kekebalan yang cukup.

Di tengah meningkatnya mobilitas dan potensi penularan di ruang publik, vaksinasi justru menjadi langkah preventif yang semakin relevan bagi orang dewasa agar terhindar dari infeksi campak. 

Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Eka Hospital MT Haryono, dr. Erpryta Nurdia Tetrasiwi, Sp.PD., selain untuk anak-anak, orang dewasa juga bisa saja mendapatkan vaksinasi campak. 

“Orang dewasa tetap bisa mendapatkan vaksinasi campak, terutama bagi yang belum pernah divaksin atau belum memiliki kekebalan yang cukup,” ujarnya dalam acara Media Meet Up Eka Hospital MT Haryono, Kamis (30/4/2026). 

Vaksin yang digunakan adalah MMR (Measles, Mumps, Rubella), yang tidak hanya melindungi dari campak, tetapi juga gondongan dan rubella. 

Pada usia dewasa, vaksin ini berfungsi sebagai penguat atau booster untuk memastikan sistem imun tetap optimal dalam melawan infeksi.

“Vaksinasi pada usia dewasa berfungsi sebagai pengingat bagi sistem imun agar tetap mampu melindungi tubuh dari infeksi campak,” jelas dr. Erpryta.

Baca Juga: Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue di Jakarta Targetkan Nol Kematian DBD

1777608678-dr.-Erpryta-Eka-Hospital.jpgDokter Spesialis Penyakit Dalam di Eka Hospital MT Haryono, dr. Erpryta Nurdia Tetrasiwi, Sp.PD. (Urbanasia)

Kebutuhan vaksinasi ini juga semakin penting bagi orang dewasa. Pasalnya, lanjut Erpryta, infeksi campak pada orang dewasa juga cenderung lebih berat. 

Virus ini tidak hanya menyebabkan ruam, tetapi dapat menyerang sistem imun secara keseluruhan dan memicu komplikasi serius seperti pneumonia hingga radang otak.

Terlebih bagi perempuan dewasa yang sedang merencanakan kehamilan. Infeksi campak maupun rubella saat hamil bisa berdampak serius terhadap janin, mulai dari keguguran hingga risiko cacat bawaan.

“Vaksinasi MMR sebaiknya dilakukan setidaknya satu bulan sebelum program kehamilan untuk memberikan perlindungan optimal,” lanjutnya.

Selain vaksinasi, menjaga daya tahan tubuh dan menghindari kontak dengan individu yang menunjukkan gejala juga tetap menjadi langkah penting, terutama saat terjadi peningkatan kasus.

Dengan kata lain, vaksinasi campak bukan hanya urusan masa kecil. Di usia dewasa, langkah ini justru menjadi bentuk perlindungan lanjutan agar tubuh tetap siap menghadapi risiko infeksi yang bisa datang kapan saja.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait