Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Tangani Banjir di Korea Utara, Kim Jong Un Kerahkan Militer

Alwin Jalliyani,
3 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Tangani Banjir di Korea Utara, Kim Jong Un Kerahkan Militer
Image: Banjir yang terjadi di Korea Utara. (https://www.nknews.org/)

Seoul - Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong Un, telah memobilisasi pasukan militer untuk membantu daerah-daerah yang dilanda hujan banjir. Hal ini disampaikan kata media pemerintah setempat pada Minggu (8/8/2021).  

Hujan lebat yang menimbulkan kerusakan di beberapa wilayah selatan disebabkan oleh musim muson awal yang memasuki semenanjung Korea pada bulan lalu.

TV pemerintah Korea Utara merilis rekaman minggu ini yang menunjukkan rumah-rumah yang terendam dan menghancurkan jembatan dan rel kereta api di Hamgyong, disampaikan juga sekitar 1.170 rumah hancur dan 5.000 orang dievakuasi.

Merespon hal tersebut, Komisi Militer Pusat Partai Pekerja mengadakan pertemuan cabangnya di provinsi timur Hamgyong Selatan untuk membahas kerusakan dan pemulihan dari hujan.  

Kim tidak menghadiri pertemuan itu, tetapi pejabat partai menyampaikan pesannya bahwa militer harus memulai kampanye bantuan dan menyediakan pasokan yang diperlukan di wilayah tersebut, dilansir kantor berita resmi Korea Utara (KCNA).

"Juga ditekankan bahwa dia (Kim Jong Un) menyerukan kebangkitan dan membangkitkan pejabat (partai)  untuk melancarkan kampanye pemulihan dengan terampil dan pantang menyerah," kata KCNA, mengutip dari Reuters, Senin (9/8/2021).

Berdasarkan keterangan KNCA, komisi militer sedang mengeksplorasi langkah-langkah darurat untuk membangun kembali daerah yang dilanda bencana, menstabilkan kehidupan masyarakat, mencegah virus COVID-19 dan meminimalkan kerusakan tanaman.

Kim mengatakan pada bulan Juni bahwa negara itu menghadapi situasi pangan yang 'tegang', mengutip pandemi virus corona dan topan tahun lalu, dan baru-baru ini bank sentral Korea Selatan mengatakan ekonomi Korea Utara mengalami kontraksi terbesar dalam 23 tahun terakhir pada tahun 2020.

Sampai saat ini Korea Utara belum mengkonfirmasi kasus COVID-19. Namun, pemerintah telah menutup perbatasan, menghentikan perdagangan dan memberlakukan tindakan pencegahan yang ketat, melihat pandemi sebagai masalah kelangsungan hidup nasional.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait