menu
user

Southampton - Southampton berhasil mengalahkan Liverpool 1-0. Kemenangan ini begitu emosional sampai-sampai membuat manajer Ralph Hassenhuttl menangis.

Southampton mendapat ujian berat saat Liverpool menyambangi St Mary's Stadium, Selasa (5/1/2021) dini hari WIB. Pasalnya Southampton tidak pernah menang dari Liverpool dalam enam pertemuan terakhirnya dan cuma bikin tiga gol serta kebobolan 17 gol!

Catatan buruk ini seperti kian memberatkan misi Southampton mencari tiga poin. Tapi, Liverpool juga dalam kondisi kurang oke karena tak pernah menang di dua laga terakhirnya dan cuma bikin satu gol.

Southampton lantas mengejutkan ketika unggul di menit kedua lewat Danny Ings.

Gol itu mengunci tiga poin Southampton karena hingga akhir pertandingan, Liverpool tidak mampu mengejar ketertinggalan dan Southampton tetap menang 1-0.

Southampton mencatatkan diri sebagai tim pertama yang mampu mengalahkan tujuh juara bertahan Premier League di musim berikutnya. Sebelumnya, Southampton mengalahkan Manchester United, Blackburn Rovers, Arsenal, Chelsea, Manchester City, dan Leicester City.

Kemenangan ini juga terasa spesial untuk sang manajer Ralph Hussenhuettl karena untuk pertama kalinya, dia mampu mengalahkan Klopp setelah selalu kalah di empat pertemuan sebelunmnya saat jadi manajer RB Leipzig.

Apalagi Southampton bermain bertahan dengan hanya menguasai 32 persen ball possesion dan membuat Liverpool cuma melepaskan satu shot on target dari total 17 percobaan.

Sesaat setelah peluit panjang ditiup wasit, Hassenhuttl bersimpuh di pinggir lapangan dan menangis, seakan tak percaya Southampton bisa mengalahkan Liverpool.

"Saya mengeluarkan air mata - karena Angin!. Ketika Anda melihat para pemain kami bertarung dengan semua yang mereka miliki, itu membuat saya sangat bangga. Anda harus memiliki permainan yang sempurna melawan Liverpool dan saya kami punya itu," ujar Hasenhuttl di ESPN.

"Rasanya seperti kami berada di bawah tekanan besar dan pertahanan kami saat di kotak penalti adalah kuncinya hari ini. Itu adalah pertandingan yang intens, suara saya hampir habis."

Selamat, Ralph!

Komentar
paper plane