Hot News

Semarang - Lama bertahan di zona merah COVID-19, Kota Semarang akhirnya berhasil 'naik' satu tingkat dan berada di zona oranye atau berisiko sedang terhadap penyebaran kasus COVID-19.

Kabar bahagia ini disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dalam rapat evaluasi penanganan COVID-19 Kota Semarang.

Keberhasilan Kota Semarang keluar dari zona merah ini bertepatan dengan tenggat waktu dua pekan yang diberikan pemerintah pusat kepada Ganjar untuk menangani pandemi di wilayah setempat loh. 

"Hari ini saya evaluasi, bagaimana dua minggu ini kami melakukan tindakan penurunan COVID-19 di Kota Semarang. Ternyata datanya cukup menarik, per Kamis (24/9/2020) pukul 15.12 WIB, ternyata Kota Semarang sudah berubah menjadi oranye," kata Ganjar dikutip dari rilis resmi Humas Jateng, Jumat (25/9/2020).

Ganjar menjelaskan, pencapaian ini berhasil diraih setelah pihaknya melakukan sejumlah upaya pengetatan pada masyarakat dan operasi bersama. Bahkan hari ini hanya tersisa empat kelurahan di Kota Semarang yang masih berisiko tinggi atau berada di zona merah COVID-19.

“Penurunannya cukup drastis. Saya berterima kasih pada Wali Kota Semarang, bantuan TNI/Polri dan semua jajaran Forkopimda yang kemarin bergerak untuk menyelesaikan ini. Ternyata, kemajuannya sangat bagus dan ini menjadi hasil dari ikhtiar kita bersama,” pungkasnya.

Berdasarkan laporan yang ia miliki, Ganjar menyebut jumlah kasus penularan COVID-19 di Kota Semarang pada Minggu ke-37 sebanyak 381 kasus. Jumlah itu menurun pada minggu ke-38 menjadi 238 dan kembali turun menjadi 41 kasus pada minggu ke-39.

Sementara angka kematian di Kota Semarang, pada minggu ke-37 terdapat 29 kasus meninggal, jumlah itu turun pada minggu ke-38 menjadi 15 kasus dan turun lagi di minggu ke-39 ini menjadi 11 kasus.

Berdasarkan data tersebut, Ganjar mengatakan bahwa tingkat penurunan penularan kasus COVID-19 di Kota Semarang mencapai 78,9 persen. Sementara untuk kasus kematian juga mengalami penurunan hingga 78,11 persen pada minggu ini.

Meski penurunan kasus terkonfirmasi positif dan kematian COVID-19 di Kota Semarang cukup tinggi, namun Ganjar tetap meminta seluruh pihak untuk tak bersenang-senang dulu. Sebab selama pandemi COVID-19 belum berakhir, maka berbagai ikhtiar harus terus dilakukan.

“Kita harus tetap tancap gas untuk membantu masyarakat menata semuanya, agar tidak terjadi penularan yang lebih parah,” tutupnya.

 


Loading ..