Hot News

Jakarta - Penyanyi cantik Taylor Swift belum lama ini membuat postingan Instagram dan Twitter yang meminta pejabat di wilayah Tannessee, Amerikat Serikat untuk melenyapkan monumen tokoh rasis di wilayah setempat.

Postingan tersebut dibuat beberapa hari setelah Taylor mengadvokasi gerakan Black Lives Matter di Twitter.

“Saya meminta Komisi Capitol dan Komisi Sejarah Tennessee untuk mempertimbangkan implikasi betapa menyakitkannya melanjutkan perjuangan untuk monumen-monumen ini," kata Taylor Swift melalui postingan instagram dan Twitter pada Jum’at (12/6/2020).

"Sebagai seorang Tennesse, saya muak bahwa ada monumen yang berdiri di negara (bagian) sebagai penghargaan tokoh-tokoh sejarah rasis yang melakukan hal-hal jahat," imbuhnya.  

Monumen yang dimaksud adalah patung Edward Carmack dan Nathan Bedford Forrest yang diketahui  merupakan tokoh sejarah “rasis” yang diabadikan dengan baik oleh otoritas setempat.

Kedua patung yang berada di sekitar gedung capitol negara bagian di Nashville tersebut telah dirobohkan oleh pengunjuk rasa di wilayah setempat pada 30 Mei lalu.

Menurut informasi yang dilansir media setempat tennessean.com (13/6/2020), monumen tersebut disebut sebagai kenangan yang menyakitkan dari kasus perbudakaan dan rasisme yang terjadi di wilayah setempat.

“Edward Carmack dan Nathan Bedford Forrest adalah figur tercela dalam sejarah negara kita dan harus diperlakukan seperti itu,” ujarnya.

Taylor menyatakan bahwa patung Cormack, yang ia sebut sebagai seorang redaktur surat kabar supremasi kulit putih, tidak boleh diganti di gedung Capitol.

Pejabat setempat memang sempat mengatakan akan memperbaiki patung Cormack yang roboh karena diserang oleh para pengunjuk rasa dan mengembalikannya ke tempat semula.

"Mengganti patungnya adalah pemborosan dana negara dan pemborosan kesempatan untuk melakukan hal yang benar,” kata Taylor Swift.

Satu-satunya cara untuk memindahkan monumen yang berdiri di atas properti negara adalah dengan mendapatkan persetujuan dari Komisi Sejarah Tennessee.

"Merobohkan patung-patung tidak akan memperbaiki penindasan, kekerasan, dan kebencian selama berabad-abad yang harus dialami oleh orang kulit hitam, tetapi itu mungkin membuat kita selangkah lebih dekat untuk membuat semua warga Tennesse dan pengunjung di negara bagian kita merasa aman,” ujar penyanyi “Shake It Off” tersebut.

"Ketidakadilan rasial telah berurat berakar dalam pada pemerintah lokal dan negara bagian, dan perubahan harus dilakukan di sana," sambungnya.  

"Agar kebijakan berubah, kita perlu memilih orang yang akan berperang melawan kebrutalan dan rasisme polisi dalam bentuk apa pun. #BlackLivesMatter,” lanjutnya.


Loading ..