beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Teknologi Pintar Selandia Baru Siap Dukung Industri Mamin Indonesia

Kintan Lestari,
lebih dari 1 tahun yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Teknologi Pintar Selandia Baru Siap Dukung Industri Mamin Indonesia
Image: Ilustrasi pabrik minuman olahan. (Freepik/etonastenka)

Jakarta - Praktik industri 4.0 di Indonesia, terlebih di industri manufaktur Makanan & Minuman (mamin), tampaknya masih belum akan terlihat dalam waktu dekat.

Salah satu penyebabnya karena kurangnya pasokan teknologi yang sesuai dan penyedia teknologi yang mahir di Indonesia.

Keterbukaan terhadap teknologi yang lebih maju oleh perusahaan asing akan membangkitkan dan meningkatkan daya saing global industri manufaktur mamin Indonesia, yang mana secara signifikan akan mendukung peningkatan efisiensi dan keselamatan pada bidang operasi pabrik.

Negara yang sudah menerapkan teknologi pabrik pintar (smart plant technologies) salah satunya adalah Selandia Baru.

Selandia Baru merupakan pemimpin global di bidang manufaktur dan bisnis. Negara tersebut menyediakan makanan berkualitas tinggi untuk 200 negara di seluruh dunia; peringkat pertama dari 113 negara untuk keamanan pangan, peringkat ke-8 dari 78 ekonomi untuk produktivitas, dan peringkat ke-6 dari 138 negara untuk bisnis dan inovasi.

“Selandia Baru telah memanfaatkan perpaduan teknologi yang menggabungkan aspek fisik, digital, maupun kombinasi antara kedua aspek tersebut. Badan pemerintah dan perusahaan asing di Selandia Baru menyediakan peluang untuk mendukung manufaktur mamin Indonesia menerapkan teknologi pintar yang bertujuan meningkatkan efisiensi serta keselamatan operasional pabrik," terang Diana Permana, Komisaris Perdagangan Selandia Baru untuk Indonesia, di live webinar 'Industry 4.0: How smart plant technologies support efficiency, safety and competitiveness of F&B manufacturing for the global stage' yang diselenggarakan oleh New Zealand Trade & Enterprise (NZTE).

"Jika dijelaskan lebih lanjut teknologi pintar tersebut antara lain teknologi sistem keamanan tinggi yang dapat membantu mengelola keselamatan dengan mengurangi kontak antar sesama manusia, sistem pendingin udara yang fleksibel, rekayasa industri virtual yang mempermudah analisa data dan pengambilan keputusan, dan teknologi virtual untuk K3L (Kesehatan, Keselamatan, dan Keamanan Lingkungan),” lanjutnya lagi.

Menurut data yang dipaparkan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPPMI), Adhi S. Lukman, 49,2 persen dari PDB Indonesia adalah pengeluaran makanan dan 16,9 persen berasal dari makanan olahan. Itu artinya manufaktur mamin Indonesia kebanyakan masih beroperasi secara manual dengan kendali manusia. 

“Industri mamin memainkan peran penting dalam perekonomian nasional dan pandemi COVID-19 telah menyebabkan gangguan besar dalam nilai pertumbuhan dan kompetitif secara global. Teknologi Industri 4.0 menghadirkan digitalisasi dan Human Machine Interface (HMI). Inovasi tersebut akan memajukan industri mamin Indonesia dari operasional secara manual menjadi serba otomatis, lalu menjadi operasional secara otonom, sehingga mendukung manufaktur menjalankan operasionalnya dengan hemat biaya, waktu, aman dan berkelanjutan,” jelas Adhi.

Dengan adanya pandemi COVID-19, muncul beragam praktik baru sehingga kegiatan operasional yang lebih aman menjadi semakin penting. Jadi teknologi tidak hanya mengoptimalkan peran manusia, tetapi juga memungkinkan perusahaan untuk mengelola risiko di bidang operasional.

Travis Lee, Manajer Business Development Asia Tenggara dari Gallagher Security (perusahaan sistem keamanan dari Selandia Baru) menjelaskan mengadopsi teknologi berbasis smart security dapat mendukung pabrik mencegah potensi resiko dari kontaminasi manusia.

"Pandemi telah mengembangkan bagaimana cara mengukur keselamatan praktik bisnis dengan kebijakan prosedur yang lebih ketat untuk mengelola risiko dari segi keamanan dan kesehatan. Mengadopsi teknologi berbasis smart security dapat mendukung pabrik untuk mencegah dan memitigasi potensi resiko dari kontaminasi manusia, dimulai dengan penyaringan di pintu masuk, mengelola pergerakan manusia, mengelola kapasitas ruangan, hingga pelacakan kontak (contact tracing) semua dikelola melalui system berbasis aplikasi," ujar Travis.

“Sistem keamanan berbasis teknologi mempercepat proses pencegahan dan penanganan ketika resiko terjadi, salah satu contohnya adalah aplikasi proximity contact tracing yang mempercepat pelacakan kasus COVID-19 di lapangan dibandingkan dengan pelacakan manual yang memakan waktu. Sistem keamanan berbasi teknologi pintar Gallagher Security juga memungkinkan solusi minim kontak yang efisien diantaranya Mobile Credential, Face Detection, Temperature Screening, dan sebagainya, yang mana dapat menghemat waktu proses administrasi, biaya tes kesehatan, dan kerugian atas hilangnya waktu operasi jika terjadi kontaminasi dan resiko," terang Travis lagi.

Dalam hal mencapai efisiensi energi melalui teknologi pintar, operasional pabrik di Indonesia juga sebaiknya menerapkan sistem pendingin udara dengan sistem lebih fleksibel (high flexibility air conditioning system), daripada menggunakan sistem pendingin terpusat yang digunakan saat ini.

Hal lain yang juga dibahas dalam webinar adalah tingginya biaya investasi, dan tantangan seperti ketersediaan sumber daya manusia yang terampil, masalah cyber security, infrastruktur internet, pasokan listrik di daerah terpencil, dan pengembangan ekosistem inovasi.

“Agar pengoperasian teknologi pintar di sebuah pabrik dapat dilaksanakan secara maksimal, pemberian pelatihan pekerja pabrik dengan keterampilan Industri 4.0 diperlukan adalah bagian dari program ini. Selanjutnya kami dapat memastikan perusahaan manufaktur lokal akan menerima dukungan dari ahli teknologi Selandia Baru untuk tercapainya proses yang aman dan efisien,” tutup Diana.

 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait