menu
user
URnews

Tips Main Investasi agar Tidak Stres, Apa Aja?

Shelly Lisdya,
25 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Tips Main Investasi agar Tidak Stres, Apa Aja?
Image: Ilustrasi chart bisnis. Sumber: Freepik/jannoon028

Jakarta - Investasi kini mulai dilirik millenial, mereka yang berusia di bawah 30 tahun mulai mencoba investasi semenjak penerapan work from home.

Alasan mereka mulai berinvestasi adalah keuntungan yang berlimpah di masa mendatang. Selain itu, investasi juga bisa dilakukan dalam bentuk apapun, terlebih saat ini banyak investasi yang menawarkan harga murah, seperti halnya investasi saham. Alasan lain generasi millenial bermain saham adalah harga jualnya relatif murah dan risikonya tidak tinggi.

Salah satu investasi yang dilirik adalah pasar modal, selama satu tahun terakhir, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat lonjakan investor di pasar modal Indonesia yang terdiri atas investor saham, obligasi, maupun reksa dana, meningkat sebesar 16,35 persen dari tahun 2020.

Jika sebelumnya pada Desember 2020, investor pasar modal mencapai 3,87 juta Single Investor Identification (SID), maka saat ini investor pasar modal mencapai 4,5 juta, bertambah 634.000 investor baru.

Hanya saja, ketika bermain investasi, maka kamu harus mempersiapkan diri apabila saham turun drastis, bahkan hingga -50 persen selama beberapa tahun. Apabila tak kuat mental, maka kamu akan mengalami ketegangan atau stres dan bahkan memiliki keinginan untuk bunuh diri, seperti yang dialami oleh seorang pria berinisial A (27) yang tewas setelah loncat dari salah satu apartemen di Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (22/3/2021) siang.

Untuk itu, kali ini Urbanasia akan merangkum tips dalam mempersiapkan emosional dalam memulai investasi saham.

Manajer riset ekuitas berbasis di Pune, Ketan Gujarathi dalam blognya menulis, dalam strategi bermain investasi saham, ia menerapkan pola yang ditemukan oleh dua psikolog Israel, yakni Daniel Kahneman dan Amos Tversky.

Dalam teori keputusan yang dikeluarkan dua pskikolog tersebut, penghindaran kerugian mengacu seseorang untuk terus bermain tanpa memikirkan jangka panjang. Seperti misalnya, ia rela kehilangan ratusan atau jutaan rupiah daripada memilih keuntungan sedikit.

Padahal, studi yang dilakukan oleh Daniel dan Amos menunjukkan bahwa secara psikologis, kerugian dua kali lebih berdampak daripada keuntungan. Tak heran, banyak para investor khusunya pemula yang merasa tertekan hingga stres karena merasa dirugikan.

Perilaku ini karena fokus manusia yang intens dalam jangka pendek. Jika manusia berpikir sedikit untuk jangka panjang, mereka mungkin tidak akan terganggu oleh kerugian jangka pendek.

"Kemampuan untuk mendisiplinkan diri sendiri untuk menunda kepuasan dalam jangka pendek untuk menikmati imbalan yang lebih besar dalam jangka panjang, adalah prasyarat yang sangat diperlukan untuk sukses," kata Brian Tracy.

Nah, ia pun merekomendasikan beberapa saran untuk mengatasi pemikiran jangka pendek dalam bermain investasi saham, antara lain:

1. Mulai pikirkan efek jangka panjang, dan fokuskan pada harga tiga tahun mendatang, maka keuntungan akan segera datang.

2. Setelah membeli saham, jangan sering-sering mengecek harga saham. Cek hanya dalam tiga atau enam bulan dan itu sudah lebih dari cukup.

3. Ingatlah bahwa kesalahan akan terus terjadi. Tetapi kamu juga harus fokus pada kinerja jangka panjang saham, dari pengalaman, pasar saham mampu memberikan pengembalian rata-rata yang terbilang stabil sekitar 12 persen setiap tahunnya.

4. Berita sensitif saham sebagian besar difokuskan pada hasil jangka pendek. Ketika pasar saham menurun dan berpotensi menimbulkan kerugian, kamu tidak perlu panik dan mengambil keputusan dengan terburu-buru untuk menjualnya. Kondisi seperti ini, pada umumnya tak akan berlangsung lama, dan akan diakhiri dengan kenaikan kembali setelah beberapa waktu.

5. Fokuskan pada bisnis dan bukan pada harga saham. Jatuhnya saham tidak akan membuat kamu mimpi buruk, jika melihat fundamental suatu perusahaan cukup baik.

6. Konsultasikan pada senior atau penasihatmu untuk meyakinkan dan mempertahankan posisi kehilangan jangka pendek.

Urbanreaders, ketika bermain investasi dan kamu berpikir dan bertindak positif di dalam kondisi yang negatif, kamu akan mendapatkan keuntungan dari hal ini. Ketika kamu melepas saham, kamu bisa beruntung dengan cara membeli sejumlah saham baru di saat terjadi penurunan saham. Jadi, usahakan untuk tetap tenang, kuatkan mental dan pikirkan baik-baik sebelum berinvestasi ya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait