URstyle

Toko Roti Paris Baguette Diboikot Warga Korsel, Ada Apa?

Fitri Nursaniyah, Kamis, 27 Oktober 2022 11.40 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Toko Roti Paris Baguette Diboikot Warga Korsel, Ada Apa?
Image: Ilustrasi Paris Baguette. (paris.co.kr)

Jakarta - Toko roti terkenal di Korea Selatan (Korsel), Paris Baguette, ramai-ramai diboikot warga lokal usai tragedi kecelakaan kerja.

Melansir sfgate, Kamis (27/10/2022), seorang karyawan wanita (23) tewas dalam kecelakaan kerja usai tubuhnya tersangkut dalam mixer saus di pabrik toko roti tersebut.

Menurut laporan, kecelakaan terjadi setelah karyawan lain meninggalkan korban bekerja sendirian, sebentar.

Menurut laporan Korea Times, proses produksi di pabrik roti tersebut terus berjalan seperti biasa setelah beberapa jam mayat wanita itu ditemukan. Hal itulah yang menimbulkan kemarahan di Korea Selatan.

Diketahui, pabrik roti tempat korban tewas karena kecelakaan kerja adalah milik SPC Group, perusahaan induk Paris Baguette.

Berdasarkan penyelidikan, kecelakaan kerja ini sebenarnya dapat dicegah jika pabrik menjalankan protokol keselamatan yang memadai.

Karyawan SPC Group kini bersatu menyuarakan amarah mereka terhadap perusahaan. Seorang perwakilan serikat pekerja mengungkap bahwa kecelakaan kerja serupa pernah terjadi di pabrik SPC Group lain.

"Seorang pekerja mengalami cedera setelah tangan mereka tersangkut di mixer. Namun, ketika supervisor mengetahui bahwa yang terluka pekerja adalah karyawan kontrak 3 bulan, mereka memarahi pekerja, kemudian mengklaim bahwa perusahaan tidak bertanggung jawab atas kecelakaan keselamatan untuk karyawan kontrak," ujarnya.

Kini warga Korea Selatan ramai-ramai menyerukan boikot terhadap produk SPC Group seperti 'Paris Baguette', 'Samlip', dan perusahaan luar negeri yang dikelola SPC Group seperti 'Dunkin Donuts' dan 'Baskin Robbins'. Seruan boikot ini juga ramai digaungkan di Twitter.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait