menu
user
URnews

Tokoh Agama Masuk Kelompok Prioritas Vaksinasi COVID-19

Kintan Lestari,
sekitar 2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Tokoh Agama Masuk Kelompok Prioritas Vaksinasi COVID-19
Image: Ilustrasi vaksin COVID-19. (Freepik/rawpixel)

Jakarta - Program vaksinasi COVID-19 tengah berjalan. Usai tenaga kesehatan, kini giliran kelompok lain yang dapat giliran divaksin.

Salah satu kelompok yang masuk kelompok prioritas vaksinasi adalah tokoh lintas agama.

Kemarin (23/2/2021) vaksinasi bagi tokoh lintas agama dilakukan. Masjid Istiqlal dipilih sebagai salah satu lokasi pelaksanaan vaksinasi massal bagi para tokoh lintas agama.

Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu selaku Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Kementerian Kesehatan menyatakan tokoh agama masuk daftar prioritas karena langsung berhubungan dengan masyarakat dalam melakukan pembinaan keagamaan. 

“Tokoh dan Pemuka agama merupakan kategori petugas pelayanan publik mengingat tugas dan fungsinya di Indonesia adalah sebagai pemuka agama yang langsung berhadapan dengan masyarakat,” ujar Maxi.

Ditambah lagi sebagian besar tokoh agama sudah lanjut usia (lansia) berusia 60 tahun ke atas.

Maxi mengatakan vaksinasi di Masjid Istiqlal ditargetkan diikuti 1.100 sampai 1.200 orang setiap harinya selama sepekan ke depan. 

"Saya kira ini contoh yang sangat baik, para tokoh-tokoh agama semua bersatu di sini untuk divaksin dan bisa kita lakukan juga di tempat-tempat lain di seluruh Indonesia," ucapnya.

Vaksinasi ini pun disambut baik oleh tokoh agama, salah satunya Maha Biksu Dutavira Sthavira, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Majelis Agama Buddha Mahayana Tanah Suci Indonesia.

“Saya divaksinasi untuk melindungi diri saya sendiri, keluarga dan orang-orang terdekat yang saya cintai,” ujarnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk mau divaksin serta mengingatkan mereka agar tetap menaati protokol kesehatan.

"Saya sudah di vaksin, kepada anak bangsa semua ikut vaksinasi dengan satu keyakinan kita sehat keluarga kita juga sehat kita bisa menjaga dan mentaati protokol 5M (Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, Menghindari Kerumunan, dan Mengurangi Mobilitas) berarti kita menjaga keselamatan keluarga kita juga," tutup Maha Biksu Dutavira.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait