Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Trade Expo Indonesia 2021 Hadir dengan Digital Edition

Deandra Salsabila,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Trade Expo Indonesia 2021 Hadir dengan Digital Edition
Image: Pembukaan Trade Expo Indonesia 2021

Jakarta - Demi terus meningkatkan kinerja ekspor nasional, Kementerian Perdagangan proaktif mengundang dan mendatangkan pembeli dan investor untuk bertransaksi langsung dengan penyedia produk dan jasa ekspor Indonesia pada pameran dagang tahunan Trade Expo Indonesia atau TEI. Di tahun ini, sebagai wujud adaptasi dan inovasi dalam gerakan pameran terhadap kondisi terkini, Trade Expo Indonesia kembali hadir dengan digital edition yang mengusung tema ‘Reviving Global Trade’.

“Tema ‘Reviving Global Trade’ diangkat sebagai bagian dari upaya dan strategi Indonesia untuk menghidupkan kembali perdagangan global sekaligus sebagai terobosan baru bagi pelaku usaha Indonesia untuk mempromosikan produk produknya ke tingkat dunia. Pada hari ini untuk pertama kalinya, kami juga akan mempromosikan produk salon dan fashion muslim Indonesia dengan menyediakan platform khusus bagi produk-produk Indonesia serta meluncurkan Jakarta muslim yang akan dilaksanakan secara efektif dengan Trade Expo Indonesia,” ucap Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Muhammad Lutfi, dalam press conference virtual, Kamis (21/10/2021).

Baca Juga : Trade Expo Indonesia: Mendag Targetkan Transaksi Capai Rp 21 Triliun

Menurut Lutfi, hal ini dilakukan sebagai upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal dan kiblat mode dunia di masa yang akan datang. Produk halal dunia dalam pasar yang sangat menjanjikan warga muslim dunia diperkirakan membelanjakan lebih dari 2 triliun dollar di sektor makanan. 

Saat ini, ekspor Indonesia untuk produk halal diperkirakan mencapai 6 miliar dolar atau setara dengan peringkat ke 21 dunia. Sedangkan untuk fashion muslim diperkirakan sebesar 4,1 miliar US dolar atau setara dengan 13 terbesar di dunia.

“Trade Expo Indonesia tahun ini disambut antusiasme yang sangat tinggi dari para eksportir, terbukti dengan stand yang telah berisi sebanyak 834 pelaku usaha meningkat dari tahun 2020 yang diikuti oleh 690 pengusaha,” lanjut Lutfi.

Baca Juga : Kemendag Gelar TEI 2021, Jadi Ajang Pemulihan Ekonomi Akibat Pandemi

Lutfi juga mengatakan jika pihaknya juga optimis transaksi perdagangan Trade Expo Indonesia tahun ini akan meningkat di Trade Expo dari tahun 2020 yang mencapai 1,3 miliar US dolar di tahun lalu dan targetkan transaksi dapat meningkat mencapai 1,5 miliar US dolar pada tahun ini. Pada Trade Expo Indonesia tahun ini, juga dilaksanakan peluncuran program Xpora yaitu produk layanan BNI 46 untuk membantu UMKM untuk menembus pasar ekspor.

“Nilai ekspor Indonesia di tahun ini mencapai puncak yaitu mencapai 142,01 miliar dolar Amerika Serikat dan tumbuh 37,77%. Namun kita tidak boleh lengah daya saing harus terus ditingkatkan, kita tetap punya peluang tumbuh lebih tinggi karena potensi pasar ekspor masih terbuka lebar. Mitra dagang kita juga mulai pulih dan Kuartal kedua tahun 2021 Tiongkok tumbuh 7,9% di Amerika Serikat tumbuh 12,2% Jepang tumbuh 7,6 dan India bahkan tumbuh 20,1%,” jelas Presiden Joko Widodo dalam press conference virtual tersebut.

Jokowi turut menambahkan jika peluang ini harus kita manfaatkan untuk mendorong peningkatan ekspor sebanyak-banyaknya dan pelaksanaan Trade Expo Indonesia Digital Edition tahun 2021 ini merupakan wujud adaptasi dan inovasi terhadap kondisi terkini. Selain itu, expo ini merupakan salah satu solusi sebagai penghubung bagi pelaku usaha khususnya para eksportir dan  buyers untuk menjalin kerja sama bisnis dan sebagai pengungkit ekonomi pelaku usaha dan industri.

Pembukaan dari Trade Expo Indonesia ke-36 ini turut menghadirkan acara penghargaan primaniyarta dengan beberapa kategori, contohnya adalah kategori eksportir muda dan kategori eksportir berbasis digital marketing. Setelah itu, penandatanganan kesepakatan dagang antara eksportir Indonesia dengan buyers dari 11 negara dengan total penandatanganan sebanyak 800.574.902 US dollar pun turut dilakukan.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait