Bikin Tajir Pria 30 Anak, Apa itu Batu Tanzanite?

Jakarta - Batu Tanzanite mendadak heboh diperbincangkan lantaran membuat seorang pria 30 anak di Tanzania tajir mendadak, guys.
Pria yang merupakan seorang penambang lepas di Tanzania itu tiba-tiba menjadi miliader dalam waktu semalam setelah bisa menjual batu langka Tanzanite, yang ia temukan di sebuah tambang rakyat di Tanzania.
Pria bernama Saniniu Laizer berhasil mendapatkan uang sebesar 2,4 juta poundsterling atau sekitar Rp 42,6 miliar (kurs Rp 17.700) dari Kementerian Pertambangan setelah menjual dua Tanzanite.
Ayah 30 anak dari 4 istri ini beruntung karena bisa menemukan Tanzanite kasar berbobot 9,27 kilogram dan 5,103 kilogram. Ini adalah rekor yang terbesar yang pernah ditemukan loh, Urbanreaders. Lalu, seperti apa sih batu Tanzanite itu?
Dilansir Geology.com, Sabtu(27/6/2020) Tanzanite merupakan jenis permata berkualitas mineral zoisite dengan warna biru guys.
Nama 'Tanzanite' mencerminkan asal geografis terbatas permata tersebut, yakni terletak di area sekitar delapan mil persegi di Bukit Merelani, dekat pangkalan Gunung Kilimanjaro dan kota Arusha.
Meskipun hampir semua batu permata paling populer di dunia telah dikenal dan digunakan selama ratusan tahun, Tanzanite tidak ditemukan dalam jumlah komersial hingga tahun 1960-an.
Sejak itu, tanzanite menjadi permata biru paling populer kedua setelah safir, guys.
Karena popularitasnya yang semakin meningkat, akhirnya Tanzanite ditunjuk sebagai batu modern pada bulan Desember 2002.
Mineral zoisite secara alami terjadi dalam berbagai warna yang mencakup berwarna, abu-abu, kuning, coklat, pink, hijau, biru, dan ungu.
Jenis nama variasi warna ini tidak biasa, misalnya nama 'ruby' digunakan untuk spesimen merah hingga sedikit keunguan dari mineral korundum merah, nama 'batu kecubung' digunakan untuk spesimen ungu kuarsa mineral, dan nama 'emerald' digunakan untuk spesimen hijau mineral beryl.
Warna biru tanzanite sendiri disebabkan oleh sejumlah kecil vanadium dalam struktur mineral zoisite.
Ketika zoisite yang mengandung vanadium dipanaskan hingga suhu 600 derajat Celcius selama sekitar 30 menit, keadaan oksidasi vanadium berubah dan perubahan itu menyebabkan atau meningkatkan warna biru.
Panas pada tanzanite sangat ringan jika dibandingkan dengan apa yang sering dilakukan untuk permata seperti batu rubi dan safir.
Permata-permata tersebut dapat dipanaskan pada suhu antara 1000 dan 1800 derajat Celcius dan ditahan pada suhu tersebut selama berhari-hari atau berminggu-minggu.
Tanzanite paling cocok untuk anting-anting, liontin, dan barang perhiasan lainnya yang tidak akan mengalami abrasi dan benturan, misalnya cincin.
Selain keindahannya, batu Tanzanite juga memiliki beberapa sifat yang mengharuskannya untuk diberikan perawatan khusus seperti berikut ini:
1. Hardness
Sumber: "Ilustrasi batu Tanzanite. (Freepik)"
Yang pertama adalah uji kekerasan sebuah permata untuk tergores. Tanzanite memiliki uji kekerasan sekitar 6,5 pada Skala Kekerasan Mohs.
Uji kekerasan ini cukup rendah sehingga permata rentan tergores selama pemakaian normal, misalnya jika digunakan dalam bentuk cincin.
Masalah ini dapat dikurangi jika pengaturan dirancang untuk melindungi batu dari benturan dan abrasi atau jika cincin tidak dikenakan selama kegiatan yang menimbulkan peluang benturan atau abrasi tinggi.
2. Toughness
Kedua adalah ketahanan sebuah permata terhadap kerusakan.Tanzanite memiliki satu arah pembelahan sempurna yang dapat menyebabkan permata terkelupas atau pecah jika menerima benturan yang tajam.
Untuk melindungi batu pemilik dapat menghindari mengenakan potongan selama kegiatan tertentu untuk mengurangi kemungkinan kerusakan.Tanzanite juga peka terhadap perubahan suhu mendadak dan lebih rentan terhadap kerusakan.
3. Color stability
Sumber: "Ilustrasi batu Tanzanite. (Freepik)"
Stabilitas warna dalam tanzanite sangat bagus. Warna batu tersebut tidak mungkin pudar di bawah paparan cahaya normal dan dalam kisaran suhu lingkungan manusia.
Seperti halnya semua permata, kontak dengan asam dan bahan kimia lainnya harus dihindari karena batu itu mungkin tergores atau rusak. Jika diperlukan pembersihan, gunakan air hangat dan sabun ringan, namun pembersihan dengan uap dan ultrasonik tidak disarankan.
Lantas, mengapa batu Tanzanite bisa bernilai tinggi?
Dikutip dari The Rare Gemstone Company, Sabtu (27/6/2020), tinggi rendahnya harga batu berlian ini sangat ditentukan oleh permintaan dan penawaran di pasar dunia.
Sejauh ini, De Beers adalah pemain besar industri perhiasan yang mengendalikan harga berlian dan permata, termasuk batu tanzanite (tanzanite stone). Perusahaan ini mengendalikan hampir seluruh pasokan berlian yang ada di dunia.
Berbeda dengan berlian dan permata seperti Tsavorit, harga tanzanite saat ini relatif stabil dan dihargai dalam standar karat.
Harga sangat dipengaruhi oleh sifat kelangkaannya, corak warna, dan tingkat presisi pemotongannya. Tanzanite terbaik (grade finest 1% mined) dengan berat 10 karat, harganya berkisar antara 800-1.500 dollar AS.
Lalu untuk ukuran 3-9,999 karat dihargai 780-1.380 dollar AS, ukuran 2-2,99 karat dihargai 750-1.350 dollar AS, dan berat kurang dari 1,99 karat dibanderol 600-700 dollar AS. Harga batu tanzanite lebih murah lagi untuk kualitas di bawahnya.
Sebagai contoh, untuk ukuran 10 karat, kualitas AAA grade harga tanzanite berkisar 580-590 dollar AS.
Kemudian dengan ukuran yang sama namun dengan kualitas AA grade harganya sekitar 400 dollar AS, kualitas A grade dibanderol 300 dollar AS, dan kualitas terendah yakni B grade dihargai sebesar 190 dollar AS.
