Menelisik Latar Belakang drh Indro Cahyono, Benarkah Ahli Virus?

Jakarta – Nama Mohammad Indro Cahyono mendapat banyak sorotan setelah kemunculannya bersama artis Luna Maya dalam sebuah video bincang-bincang yang membahas virus corona penyebab coronavirus disease (COVID-19), belum lama ini.
Dalam video tersebut, Indro mengatakan bahwa sebagian besar pasien COVID-19 yang meninggal, belum pernah ada satupun yang meninggal hanya karena COVID-19.
Menurutnya, kematian pada pasien COVID-19 disebabkan oleh adanya komplikasi penyakit seperti stroke, jantung, dan lain sebagainya.
Pernyataan tersebut ternyata menuai kontroversi di media sosial. Banyak netizen bahkan para dokter yang menyayangkan pernyataan tersebut karena dinilai akan menyesatkan masyarakat.
Jika melihat gelar akademiknya, Mohammad Indro Cahyono adalah dokter hewan (drh). Namun, di beberapa media, Indro disebut-sebut sebagai “ahli virus” atau virologist.
Menurut penelusuran tim Urbanasia, nama Indro Cahyono pernah tercatat sebagai peneliti dalam departemen virology di Balai Besar Penelitian Veteriner Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian bersama 11 peneliti lainnya.
Pada laporan tahunan 2017, Indro juga tercatat tengah menempuh studi program magister di Universitas Adelaide, Australia. Kabarnya, Indro mengambil bidang ilmu virologi di universitas tersebut.
Meski demikian, hingga saat ini Indro masih hanya bergelar drh yang ia dapatkan dari Universitas Gajah Mada (UGM).
Menurut beberapa sumber, sebagai dokter hewan, Indro telah aktif meneliti virus sejak tahun 2006 dan menjadi peneliti di laboratorium virologi.
Dari sana, ia banyak belajar mengenai virus yang menyebabkan penyakit pada hewan. Ia bahkan mengaku pernah menemukan virus hepatitis pada bebek.
Ia juga tercatat sering membantu peternak yang kesulitan menganalisis penyakit yang menyerang hewan ternak.
Bahkan, karena seringnya terjun langsung membantu peternak, Indro mengaku harus rela menerima konsekuensi ditegur oleh pihak Balitvet karena melanggar disiplin. Akhirnya, ia memutuskan untuk keluar dari Balitvet pada 2018 dan menjadi peneliti swasta.
Menurut pantauan, Indro juga cukup aktif menulis penelitian tentang virus yang menyerang hewan di media sosialnya, utamanya Facebook.
Lalu pertanyaannya, apakah latar belakang dokter hewan bisa disebut sebagai ahli virus? Jika menilik pada definisi, virologi sendiri merupakan studi tentang agen virus yang menyebabkan penyakit pada manusia atau hewan.
Bidang ilmu ini mempelajari tentang mekanisme yang mendasari virulensi, epidemiologi virus dan respon imun terhadap virus.
Dalam bidang ilmu virologi hewan, para dokter hewan mempelajari respon imun dari inang, perlindungannya terhadap penyakit menular dan metode diagnostik.
Indro Cahyono sendiri dokter hewan yang selama ini berkecimpung dalam penelitian tentang virus yang menyerang hewan. Pengalaman dan kerja praktisnya bisa jadi tak perlu diragukan. Namun, jika menilik secara akademik, hingga saat ini, ia belum memiliki gelar ahli dalam bidang ilmu virologi hewan.
