URtrending

Viral Kurir SiCepat Diancam Pembeli Pakai Sajam, Manajemen Polisikan Pelaku

Putri Rahma, Rabu, 2 November 2022 12.40 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Viral Kurir SiCepat Diancam Pembeli Pakai Sajam, Manajemen Polisikan Pelaku
Image: Sopiyan (tengah) kurir dari ekspedisi pengiriman SiCepat yang diancam sajam. (Instagram @sicepat_ekspres)

Jakarta – Seorang kurir ekspedisi pengiriman SiCepat bernama Sopiyan dikabarkan telah menerima ancaman dari salah satu konsumen saat mengantarkan pesanan yang menggunakan metode pembayaran cash on delivery (COD) di Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Sopiyan menerima ancaman tersebut lantaran konsumen merasa tidak melakukan pemesanan barang COD. Tak hanya itu, melansir dari Twitter @txtdrikurir dalam video tersebut terlihat pelaku menodongkan senjata tajam berupa parang kepada kurir tersebut.

Mendengar kejadian tersebut PT SiCepat Ekspres Indonesia pun menggelar Konferensi Pers untuk menanggapi kasus pengancaman yang dialami oleh kurir COD di Tangerang. Dalam konferensi pers tersebut, Sopiyan menjelaskan kembali terkait kronologi pengancaman yang dialami.

“Memang benar saya datang ke alamat itu, Cuma dia tidak mengakui kalau dirinya merasa pesan paket. Sempat saya mau foto karena untuk konfirmasi, saya ambil paketnya tapi dia ambil paketnya lagi untuk dilihat lagi. Namun pas dia balik lagi paket tersebut sudah rusak dan dia bilang ini bukan paketnya,” jelas Sopiyan, Rabu (2/11/2022).

Kuasa Hukum PT SiCepat Ekspres Indonesia Wardaniman Larosa pun mengatakan bahwa PT SiCepat Ekspres Indonesia telah secara resmi melaporkan pelaku pengancaman ke Polres Tangerang.

“Saat ini kami terus berkoordinasi dengan teman-teman penyidik di Polresta Tangerang untuk menyelidiki kasus ini. Rencananya Jumat ini akan dilakukan pengecekan semua barang bukti serta saksi,” ucap Wardaniman Larosa dalam Konferensi Pers.

Ia juga berharap agar pihak kepolisian dapat menangkap pelaku kekerasan tersebut secepatnya dan memastikan bahwa pelaku tidak lari jauh dari daerah Tangerang.

Selain itu, Chief Marketing & Corporate Communication Officer SiCepat Ekspres Indonesia, Wiwin Dewi Herawati turut menyampaikan bahwa akan memberikan perlindungan kepada karyawan. Ia juga memastikan bahwa kurir yang melakukan pengantaran paket dengan layanan COD tersebut sudah melalui prosedur yang berlaku.

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi bersama dengan beberapa ­e-commerce serta melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pembayaran Cash on Delivery (COD).

“Sebetulnya sejak pertama kali ada kekerasan yang juga melibatkan kurir kami, itu sudah ada koordinasi dengan beberapa partner e-commerce yang juga melakukan edukasi. Jadi supaya juga ada kesadaran dari masyarakat terkait degnan pembayaran Cash on Delivery tentang apa saja yang harus dipersiapkan,” jelasnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait