Hot News

JakartaCina kembali dilanda penyakit yang disebabkan ‘norovirus’.

Virus ini terdeteksi setelah lebih dari 70 mahasiswa di sebuah universitas di Taiyuan, Ibu Kota Provinsi Shanxui, Cina Utara, terkena diare dan muntah-muntah.

Menurut laporan Xinhua, insiden tersebut terjadi sejak Rabu (7/10/20). Departemen Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Taiyuan lalu mengambil sampel 28 mahasiswa untuk diuji norovirus, Sabtu (10/10/20).

Hasilnya 11 mahasiswa dinyatakan positif norovirus. Hingga kini otoritas kesehatan setempat masih menyelidiki sumber infeksi.

Sebenarnya apa sih norovirus ini?

Norovirus awalnya disebut virus Norwalk, yang diambil dari nama Kota tempat pertama kali virus tersebut muncul pada 1972.

Norovirus sering dianggap sebagai penyebab penyakit gastroenteritis akut yang disertai dengan diare dan muntah. Sebagian orang menyebut virus ini dengan ‘serangga muntah musim dingin’ karena sering muncul saat musim dingin, meski kenyataannya virus ini bisa menular kapan saja.

Jika terinfeksi norovirus, seseorang akan merasa mual, muntah, diare, dan kram perut. Gejala lain dari virus ini di antaranya panas dingin, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, dan demam ringan.

Norovirus bisa menyerang siapa saja dan menular dengan cepat. Virus ini memerlukan waktu inkubasi selama dua hari dan dapat ditularkan hingga 8 minggu.

Penyebaran norovirus bisa terjadi melalui air dan makanan serta kontak langsung dengan benda yang terkontaminasi virus.

Layaknya corona, virus ini bisa masuk ke dalam tubuh jika seseorang menyentuh area hidung, mata dan mulut setelah memegang benda yang terkontaminasi norovirus. Virus tersebut juga bisa ditularkan lewat feses dan udara.

Saat orang yang terinfeksi norovirus muntah, virus akan menyebar di udara dan hinggap di permukaan benda.

Tidak ada antivirus yang bisa mengobati norovirus. Tetapi pada kasus orang yang sehat, penyakit ini akan hilang sendiri dalam waktu 1 minggu.

 


Loading ..