Hot News

Malang – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) rencananya bakal digelar 5 Juli mendatang.

Di Kota Malang, ada dua kampus yang akan melaksanakan UTBK, yakni Universitas Brawijaya, dan Universitas Negeri Malang.

Berdasarkan data, Universitas Brawijaya Malang akan melaksanakan UTBK dengan total peserta mencapai 19.000 calon mahasiswa baru. Dari total tersebut, sebanyak 90 persen berasal dari wilayah Malang Raya dan Jawa Timur, 10 persen dari luar provinsi.

Proses seleksi akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama akan dilaksanakan pada 5-9 Juli 2020, tahap kedua pada 20-26 Juli 2020. Tahap pertama khusus diprioritaskan bagi warga di Malang Raya atau sekitar sekitar 5.200 calon mahasiswa baru.

Sementara untuk Universitas Negeri Malang proses UTBK juga akan dilaksanakan dengan dua tahapan, yakni pada 5-7 Juli 2020 dan 7-9 Juli 2020.

Berkumpulnya massa di kedua perguruan tinggi tersebut harus bisa segera diantisipasi agar tidak menyebabkan penyebaran virus corona secara lebih luas.

Oleh karenanya, Pemerintah Kota Malang mewajibkan perguruan tinggi negeri (PTN) sebagai penyelenggara UTBK untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Jika UTBK harus dilakukan secara tatap muka, masing-masing rektor diharapkan hanya mengutamakan wilayah Malang Raya saja,” kata Wali Kota Malang Sutiaji, seperti dikutip dari Antara (29/6/2020).

“Harapannya, yang berasal dari luar Malang Raya mengikuti (dari) domisili asal,” imbuhnya.

Sutiaji menyoroti risiko penyebaran COVID-19 karena banyak peserta UTBK datang dari wilayah luar Malang Raya.

Ia khawatir jika UTBK dilaksanakan secara tatap muka, bisa memunculkan kasus baru penyebaran COVID-19 di wilayah Kota Malang.

Oleh karenanya, Sutiaji meminta Gugus Tugas Penanganan COVID-19 pada tiap-tiap perguruan tinggi negeri untuk tetap waspada dan meminimalisir potensi adanya kasus COVID-19.

"Berdasarkan pengalaman, setiap calon mahasiswa baru, akan melakukan survei lokasi, satu hari sebelum pelaksanaan," tandas Sutiaji.

Di samping berpotensi menimbulkan kerumunan massa dari calon mahasiswa baru, hal lain yang mendapat sorotan adalah munculnya pedagang kaki lima pada saat pelaksanaan UTBK.

Hal tersebut karena pada pelaksanaan tahun sebelumnya, PKL akan memasuki area universitas pada saat pelaksanaan UTBK.

“Saya minta betul-betul diperhatikan, meskipun kampusnya besar pasti nanti terjadi kerumunan. Tolong tidak ada PKL di area kampus, tolong disterilisasi. Ini tanggung jawab masing-masing Satgas," ujar Sutiaji.


Loading ..