menu
user
Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URtrending

Viral Puisi Siswa SD di Palembang Sindir Kebijakan Jokowi

Shelly Lisdya,
6 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Viral Puisi Siswa SD di Palembang Sindir Kebijakan Jokowi
Image: ilustrasi. (The Daily Californian)

Jakarta - Puisi siswa sekolah dasar (SD) di Palembang viral di media sosial Twitter. Dalam puisi tersebut, tersirat suara jeritan anak-anak yang masa kecilnya direnggut oleh kebijakan-kebijakan Pemerintah. 

Ya, puisi yang bertajuk Sepeda, Ikan, dan Batubara karya Wahyu Hendrawan siswa SDN 204 Palembang ini menyindir Presiden Joko Widodo terkait sungai yang tercemar di sekitar rumahnya. 

Berikut isi puisi Wahyu Hendrawan yang meraih juara kedua

Aku tidak dapat sepeda dari Pak Jokowi
Karena tidak bisa menjawab nama-nama ikan
Dari kecil tak ku jumpai tilapnya lagi
Padahal kata bapak di sungai enim banyak ikan

Aku mau sepeda tapi bapak tidak membelinya
Kebun karet bapak sudah jadi tambang

Upah buruh tambang cuma cukup makan seminggu
Kami mungkin tidak akan mati kelaparan
Sebab kami makan jalan berdebu
Aku mau sepeda, aku harus sekolah yang pintar

Kata Bu Susi dan Pak Edhy Prabowo makanlah ikan biar pintar
Tapi di sungai belakang rumah tidak ada anak ikan
Airnya bau dan hitam
Tak ada lagi masa depan di sungai kami

Aku tidak punya sepeda dan tidak bisa makan ikan
Sungai sudah mati
Hutan gentayangan
Bersama debu beracun sepanjang jalan

Aku tidak bisa makan ikan
Sebab aku dan ikan tidak bisa berenang di sungai yang tercemar
Aku tidak punya sepeda
Padahal jalan ke sekolah sangat jauh

Sejauh mulut tambang yang semakin gaduh

Sontak, unggahan yang dibagikan akun @daniellsinaga ini dibanjiri komentar haru warganet. Banyak yang menyebut jika anak SD terutama di daerah-daerah saat ini sangat kritis.

Tak hanya itu, penulis Okky Maddasari yang merupakan juri dalam lomba itu pun turut mengomentari lewat akun Twitternya @okkymadasari

"Aku tidak dapat sepeda dari Pak Jokowi karena tidak bisa menjawab nama-nama ikan. Dari kecil tak ku jumpai tilapnya lagi. Padahal kata bapak di sungai enim banyak ikan."

"Karya Wahyu Hendrawan, SDN 204 Palembang. Bangga terlibat sebagai juri lomba karya tulis ekologi ini," tulis Okky.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait