beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URtrending

Viral, Seorang Ibu di Tuban Jual Ginjal untuk Lunasi Pinjol Anak

Putri Rahma,
23 November 2022 12.05.40 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Viral, Seorang Ibu di Tuban Jual Ginjal untuk Lunasi Pinjol Anak
Image: Seorang ibu di Tuban menjual ginjal. (Instagram/Tubannow)

Jakarta - Seorang ibu rumah tangga berinsial ER (59) asal Kabupaten Tuban, Jawa Timur viral di media sosial. Ia terekam kamera menjual ginjal di pinggir jalan. 

Salah satu rekaman video itu diunggah akun Instagram @jayalah.negriku. Dalam video itu, ER tampak berada di pinggit jalan seraya membawa kertas putih dengan tulisan ‘Dijual Ginjal’ dan nomor telepon yang bisa dihubungi. 

Saat ditanya media, ER mengaku nekad menjual ginjal untuk melunasi utang anaknya sebesar Rp 200 juta. Utang itu ada di pinjaman online (pinjol), KUR sebuah bank dengan agunan BPKB senilai Rp 50 juta, dan utang lain di koperasi.

Menurut ER, uang hasil utang itu awalnya digunakan oleh sang anak untuk investasi. Namun sang anak tak kunjung mendapat keuntungan dan diketahui ia menaruh uang pada investasi bodong. 

“Terpaksa ingin menjual ginjal saya ini kepada warga. Untuk bayar utang anak-anak saya yang hampir mencapai Rp 200 juta. Saya sendiri tahu jika jual ginjal dilarang,” kata ER dikutip Rabu (23/11/2022).

ER mengaku hanya seorang pedagang gorengan yang berjualan di pinggir jalan. Profesinya ini sangat tidak memungkinkan untuk melunasi utang sang anak yang berjumlah ratusan juta itu. 

Terlebih, ia juga seorang janda karena suaminya sudah meninggal satu tahun lalu. 

“Jual ginjal adalah satu-satunya jalan untuk melunasi utang anak-anak saya,” ucapnya.

Kini, ER diamankan oleh Petugas Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3A PMD) Kabupaten Tuban. 

Meski demikian, ER mengaku akan tetap menjual ginjalnya untuk melunasi utang. Hal ini dilakukan karena ia merasa sudah tidak kuat didatangi penagih utang ke rumahnya. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait