Hot News
URtrending

Viral Thread Dugaan Percobaan Perkosaan Mahasiswa UI

Kintan Lestari,
22 April 2020
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Viral Thread Dugaan Percobaan Perkosaan Mahasiswa UI
Image: Ilustrasi. (Freepik/tutatama)

Depok - Kasus percobaan perkosaan diduga kembali terjadi di lingkungan sivitas akademika. Kali ini kasus dugaan perkosaan tersebut menimpa seorang mahasiswi Universitas Indonesia.

Kasus tersebut mulai mencuat setelah muncul thread yang diposting pemilik akun @ashraffadila di Twitter.

Di thread itu, pemilik akun menceritakan kisah temannya yang merupakan mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Politik, yang hampir diperkosa teman mahasiswanya di fakultas yang sama.

Kejadian tersebut terjadi tanggal 6 Februari lalu. Korban mulanya diajak pelaku untuk bertemu teman-temannya di kawasan Kutek.

Namun ternyata pelaku berbohong dan membawa korban ke apartemen di Margonda, yang rupanya pelaku pinjam dari temannya.

Korban dipaksa masuk ke apartemen dan pintunya langsung dikunci oleh pelaku. Di kamar pelaku meminum miras dan memaksa korban meminumnya juga.

Korban menolak namun pelaku mencecoki miras langsung ke mulut korban. Korban langsung menghubungi temannya, namun sayang teman korban tidak bisa datang membantu karena sedang berada di daerah lain.

Di kamar apartemen, pelaku mengajak korban belajar tentang hal seksual. Korban pun menangis dan berusaha untuk menolak. Namun pelaku memeluk korban dengan erat, mencium bibir korban dengan paksa, menggerayangi payudara korban, dan hal-hal lainnya.

Korban masih berusaha untuk menolak dan berusaha kabur, yang sayangnya dihalangi oleh pelaku.

Saat kelakuan pelaku makin menjadi, korban kembali melakukan perlawanan sampai akhirnya berhasil menendang si pelaku. Korban lalu berpura-pura dapat panggilan dari pacarnya untuk mencari kunci kamar. Beruntung kunci tersebut ditemukan dan korban berhasil melarikan diri.

Usai peristiwa itu, korban mengadakan pertemuan dengan keluarga pelaku untuk menuntut pelaku keluar kampus.

Namun orang tua pelaku memohon agar anaknya tidak dituntut dan dilaporkan ke polisi. Pelaku juga menawarkan diri untuk cuti sukarela 1 tahun sebagai bentuk pertanggung jawaban.

Korban yang merasa iba menyetujui permintaan pelaku. Tanggal 13 Februari pelaku membuat surat pernyataan akan cuti selama 1 tahun sebagai bentuk pertanggung jawaban.

Tapi sayangnya, perjanjian tersebut diingkari karena pemilik akun thread menyebut pelaku masih berkuliah lantaran surat cuti itu tidak diserahkan ke pihak kampus.

Pemilik akun @ashraffadila menyebut kalau korban sudah meminta bantuan BEM UI dan HopeHelps UI, yang merupakan Pengada Layanan Tanggap dan Pencegahan Kekerasan Seksual di kampus, untuk mengusut kasus ini.

Kepada HopeHelps UI korban mengaku sudah melaporkan pada dosen dan sang dosen melaporkan ke program studi. Sayang korban malah diancam akan dicabut beasiswanya apabila melibatkan pihak lain dan membuat kasus ini mencuat.

Kasus ini sudah pernah diangkat ke publik oleh Instagram resmi BEM UI pada 2 April lalu lewat infografis berjudul 'UI Darurat Kekerasan Seksual' (di kasus 2), yang mana dari infografis itu dimunculkan 5 dari 31 kasus yang berhubungan dengan kekerasan seksual yang dialami sivitas akademika UI. 

BEM UI menyebut kasus ini juga sudah masuk dalam laporan kekerasan seksual HopeHelps UI dan status laporan masih berlanjut.

Hingga saat ini HopeHelps UI masih melakukan pendampingan pada korban dan menunggu kelanjutan dari pihak terkait.


Loading ..