menu
user
URguide

Warga Ungkap Sosok Hantu dan Keanehan di Hotel Tua Malang

Shelly Lisdya,
25 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Warga Ungkap Sosok Hantu dan Keanehan di Hotel Tua Malang
Image: Salah satu hotel yang terkenal angker di Malang. (Lisdya/Urbanasia)

Malang - Salah satu hotel di Malang, Jawa Timur yang terkenal angker kembali viral. Ini lantaran salah satu pengguna TikTok membagikan pengalamannya belakangan ini, ketika menginap di hotel tersebut.

Lewat akun TikTok-nya @hmie, ia membagikan ceritanya, jika ia hanya mampu bertahan selama 15 menit saja, setelah diteror bayangan hitam dan suara misterius.

Akhirnya, Urbanasia pun mengunjungi hotel yang berlokasi di Kecamatan Lawang tersebut pada Kamis (25/3/2021). Ketika akan memesan kamar, ternyata kamar sudah full terbooking. Namun, parkiran sepi dan hanya terlihat beberapa kendaraan.

"Mohon maaf, untuk kamar sudah full terbooking," kata salah satu resepsionis.

Rasa penasaran pun semakin melayang, akhirnya kami pun menanyakan kepada warga sekitar terkait dengan kabar burung sosok yang sering menampakkan diri di hotel yang sudah ada sejak tahun 1918 tersebut.

Salah satu warga menyebut, jika kebenaran akan sosok hantu Noni Belanda yang terkadang menampakkan diri memang benar adanya. Hal ini pernah ia alami ketika masa kecil, kala ia kerap mengunjungi hotel tersebut untuk pelajaran olahraga renang yang merupakan program dari sekolah dasarnya yang berlokasi tak jauh dari hotel.

"Hotel ini kan sudah tua, dan memang peninggalan Belanda. Nggak hanya hotel ini, sebenarnya banyak peninggalan Belanda yang ada di Lawang. Tapi memang hotel ini sangat angker dari dulu," katanya kepada Urbanasia.

"Jadi, dulu waktu kecil, sering main di sini (hotel) dan beberapa kali memang ditampakkan sosok Noni Belanda, masih muda dan cantik, wajahnya datar dan memakai dress warna merah. Beda-beda, katanya ada tiga Noni, tapi yang saya lihat ya itu," ujar wanita paruh baya yang bertempat tinggal di sekitar hotel itu.

Bahkan, keponakannya pun sempat melihat Noni Belanda berparas cantik pada siang hari, kala memasang penangkal petir di rooftop hotel. 

"Nggak mesti ya, keponakan saya melihat Noni Belanda di siang hari. Cantik banget dan putih, dia (Noni -red) kayak tenang gitu, duduk-duduk melihat pemandangan dari atas hotel. Noni pakai dress warna pink, beda dengan yang saya lihat. Karena takut, keponakan saya turun lagi untuk memanggil rekannya yang lain, pas naik sudah nggak ada itu Noni-nya," bebernya.

1616674153-sisi-bangunan-hotel-niagara.jpgSalah satu sisi bangunan hotel tua di Malang. (Lisdya/Urbanasia)

Tak hanya itu saja, beberapa orang pun mengaku sering mendengar orang Belanda rapat di aula hotel. Padahal kala itu tak ada pengunjung hotel sama sekali, dan hanya warga sekitar yang notabene anak kecil bermain di hotel tersebut.

"Dulu waktu kecil sekitar tahun 1980-an saya dan rekan sering main di situ, untuk renang. Dan ya sering mendengar ada suara orang-orang rapat dan ada tangisan bayi juga. Kadang siang kadang malam, nggak mesti. Tapi kami tenang, kan sudah biasa seperti itu," ujar pria berusia 60 tahunan.

Ketika ditanya perihal ruangan yang selalu disebut, warga menyebut sebagian memang sudah ditutup mulai dulu dan sebagian beberapa tahun terakhir. 

"Kalau ditutup memang sudah dari dulu, sejak pindah tangan ke ahli waris (Ong Kie Tjai -red), tapi nggak tahu lagi alasannya apa. Kalau baru-baru ini nggak tahu, kemungkinan karena digunakan untuk apa gitu," terangnya. 

Sementara suara ketukan di tengah malam, arwah gadis yang gantung diri, penunggu lantai empat, hantu tiga noni Belanda, tangisan bayi yang kadang terdengar oleh warga atau pengunjung memang kadang terdengar.

"Sebenarnya itu kepercayaan masing-masing orang ya, kalau ingin ngelihat ya pasti dilihatin. Tapi, saya pribadi pernah melihat bayangan hitam besar," ujar wanita penjaga warung di sekitar hotel.

Menariknya, dari keterangan warga sekitar, bangunan hotel yang dibangun oleh pengusaha lokal Liem Sian Joe dan dirancang oleh arsitek asal Brasil, Fritz Joseph Pinedo ini hingga kini tak pernah direnovasi, hanya pembaruan warna cat. 

"Sampai saat ini yang kami lihat, belum ada renovasi sama sekali, hanya pembaruan cat, misal warnanya sudah usang ya dicat lagi," ungkap warga.

Sebenarnya, bangunan yang terdiri dari lima lantai dan setinggi 35 meter tersebut selalu ramai. Hanya saja, beberapa tahun terakhir muncul hotel-hotel baru. Ditambah pandemi yang membuat hotel berwarna pink dan menjadi ikon Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang ini sepi pengunjung.

"Dari dulu sebenarnya sudah ramai, nggak pernah sepi malahan. Cuma beberapa tahun terakhir karena ada hotel dan villa baru, jadi hotel ini ya sepi, apalagi kan sekarang masih pandemi," tandas seorang warga.

Urbanreaders, jika kamu ingin berkunjung ke hotel ini, sebaiknya kamu menyiapkan mental terlebih dahulu. Terkait sosok penunggu hotel yang kerap menampakkan diri, itu dari pikiran dan hati kamu ya, apakah kamu ingin melihatnya atau tidak.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait