menu
user
Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Waspadai Klaster Baru Selama Ramadan, Kemenkes Minta Warga Patuhi Prokes

Nivita Saldyni,
18 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Waspadai Klaster Baru Selama Ramadan, Kemenkes Minta Warga Patuhi Prokes
Image: Ilustrasi - Penerapan protokol kesehatan di Golden Tulip Holland Ressort Batu. (Urbanasia)

Jakarta – Selama bulan Ramadan 2021, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat telah muncul sejumlah klaster baru yang berasal dari sejumlah kegiatan, di antaranya klaster perkantoran, klaster buka puasa bersama, klaster mudik di Pati, klaster tarawih di Banyumas, dan klaster takziah di Semarang. Menanggapi hal ini, Kemenkes pun mengingatkan kita untuk mewaspadai munculnya super spreader pada klaster-klaster baru selama bulan Ramadan ini.

“Ini sangat mengkhawatirkan kita karena kemungkinan terjadinya super spreader terjadi pada klaster ini di mana kita melihat jumlah orang yang positif dalam waktu singkat dikarenakan interaksi yang kemudian tidak dijalankan dengan protokol kesehatan yang ketat menyebabkan munculnya kasus positif di berbagai klaster ini,” kata juru bicara Kemenkes, Nadia Wiweko pada konferensi pers virtual, Jumat (30/4/2021).

Nah, setidaknya ada tiga faktor utama nih, Urbanreaders yang diduga kuat menyebabkan munculnya klaster-klaster baru ini. Pertama, kata Nadia adalah adanya kelalaian masyarakat melaksanakan protokol kesehatan, terutama saat melaksanakan ibadah tarawih berjamaah.

“Di Banyumas terdapat 51 orang yang positif COVID-19 setelah pelaksanaan salat terawih dan 51 orang ini salat tarawih di dalam dua masjid yang berbeda dan terpapar COVID-19 setelah ada satu jamaah yang memang sudah positif COVID-19,” jelas Nadia.

“Jamaah tersebut walaupun sudah sakit tetap berangkat tarawih ke masjid. Nah tentunya hal seperti ini menjadi perhatian kita. Kita sudah tahu bahwa ini demi keselamatan kita bersama. Pemerintah sudah memberikan sedikit relaksasi untuk kita bisa melakukan ibadah selama bulan Ramadan ini tapi tetap kita harus melakukan protokol kesehatan yang ketat,” lanjutnya.

Untuk itu, ia berpesan agar bagi yang sedang sakit untuk sebaiknya tetap beribadah di rumah. Kamu harus sabar menunda beribadah di masjid sampai kondisimu kembali sehat.

“Kedua, banyaknya masyarakat yang saat ini melakukan aktivitas buka puasa bersama. Buka puasa bersama bisa dilakukan tapi kembali kami ingatkan perhatikan protokol kesehatan. Pada prinsipnya makan dan berbicara saat makan bersama menjadi faktor yang sangat memungkinkan terjadinya penularan virus COVID-19 dan ini tentunya yang tidak kita inginkan,” pungkasnya.

Terakhir, pencegahan penularan COVID-19 lewat upaya penerapan protokol kesehatan harus diperketat. Apalagi mengingat banyak klaster baru bermunculan seperti klaster takziah maupun klaster mudik bersama seperti yang sempat Urbanasia singgung di awal.

“Mohon untuk masyarakat mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan lebih disiplin lagi. Kita tahu sudah ada potensi-potensi lonjakan kasus, sudah ada varian baru yang memungkinkan menambah beratnya lonjakan kasus, maka mari sama-sama kita terapkan protokol kesehatan kita dengan ketat,” pesannya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait