beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

WHO Catat Kasus Cacar Monyet Sentuh Angka 3.200 Secara Global

Nivita Saldyni,
24 Juni 2022 16.14.56 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
WHO Catat Kasus Cacar Monyet Sentuh Angka 3.200 Secara Global
Image: Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Dok. WHO)

Jakarta - Penyakit cacar monyet tengah jadi perhatian Organisasi Kesehatan Dunia alias WHO. Pasalnya. WHO telah mencatat ada lebih dari 3.200 kasus terkonfirmasi dengan satu kasus kematian terkait cacar monyet di dunia.

"Penularan dari orang ke orang sedang berlangsung dan kemungkinan diremehkan," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam pertemuan Komite Darurat Peraturan Kesehatan Internasional (2005), Kamis (23/6/2022).

Dilansir dari kantor berita ABC, pertemuan komite darurat itu diadakan untuk memutuskan apakah WHO akan menyatakan cacar monyet sebagai darurat kesehatan global.

Hingga saat ini WHO selalu menjadikan 'darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional' tingkat kewaspadaan tertinggi di organisasinya. Artinya saat WHO mendeklarasikan cacar monyet sebagai keadaan darurat kesehatan global, maka mereka menganggap wabah ini sebagai 'peristiwa luar biasa' yang berisiko menyebar secara luas. 

Cacar monyet sendiri adalah endemik di beberapa bagian Afrika. Data WHO menunjukkan di Afrika Tengah sendiri sudah ada hampir 1.500 kasus dugaan cacar monyet tahun ini dengan 70 kasus kematian.

Sementara sejak Mei tahun ini sudah ada 48 negara yang melaporkan kasus cacar monyet di wilayahnya. Dari jumlah tersebut sekitar 30 negara diantaranya merupakan negara non endemik.

WHO mencatat kasus di negara non endemik masih didominasi oleh laki-laki yang berhubungan seks dengan sesama jenis. Namun menurut Tedros penting untuk melakukan pengawasan intensif di kalangan masyarakat yang lebih luas.

Ia juga meminta negara-negara anggota untuk berbagi informasi tentang virus tersebut. Sehingga diharapkan dapat membantu WHO dalam mendukung upaya menahan laju penularan ke wilayah lebih luas lagi.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait