beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

WHO: Persepsi Pandemi COVID-19 Usai Itu Pernyataan Salah Arah

Putri Rahma,
20 Juni 2022 16.54.24 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
WHO: Persepsi Pandemi COVID-19 Usai Itu Pernyataan Salah Arah
Image: Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Dok. WHO).

Jakarta - Direktorat Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia World Health Organization (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebutkan bahwa persepsi pandemi COVID-19 usai itu adalah pernyataan yang salah.

“Di banyak negara, semua pembatasan sekarang telah dicabut dan kehidupan terlihat seperti sebelum pandemi. Tentu saja ada kemajuan, tetapi persepsi bahwa pandemi telah berakhir, meskipun dapat dimengerti tetapi salah arah,” kata Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam pidatonya sambutan di agenda The 1st Health Ministers (HMM) di Hotel Marriot Yogyakarta pada Senin (20/6/2022).

Tedros juga mengatakan jika saat ini situasi COVID-19 mulai menurun hingga 90 persen dari puncaknya pada bulan Januari 2022. Ia menganggap hal tersebut sesuatu yang wajar di masa pandemi. 

Transmisi SARS-CoV-2 pemicu COVID-19 ini dilaporkan meningkat di banyak negara termasuk negara-negara anggota G20. Namun dilihat dari realita melalui pengujian dan pengurutan terhadap virus COVID-19, situasi ini menunjukan jika virus Corona sudah menurun di seluruh dunia.

“40 persen dari populasi dunia tidak divaksinasi, resiko baru dan lebih berbahaya. Ada kekhawatiran, bahwa kurangnya pengujian dan pengurutan (Genom Sequencing) membutakan kita terhadap evolusi virus,” tuturnya. 

Tedros menambahkan bahwa hal tersebut perlu menjadi pelajaran dari agar pandemi dan krisis lain tidak terjadi lagi.

Di sisi lain, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin bahwa agenda The 1st Health Ministers (HMM) 2022 merupakan langkah besar untuk G20 untuk memperkuat arsitektur kesehatan global agar dunia lebih siap menghadapi ancaman kesehatan global di masa depan. 

“Tahun ini, kita telah membahas tiga agenda kesehatan global dan ericta-cita untuk mencapai kesepakatan bersama,” katanya.

Tiga agenda yang dimaksud adalah, memperkuat ketahanan sistem kesehatan global, dengan target capaian ketersediaan sumber daya keuangan untuk pencegahan, kesiapsiagaan dan respons pandemi. 

Melalui akses ke tindak medis darurat ini ketahanan sistem kesehatan juga akan diwujudkan, hal tersebut juga didukung dengan membangun jaringan global pengawasan genomik, laboratorium dan memperkuat mekanisme berbagi data informasi virus yang dapat dipercaya. 

Masuk dalam agenda kedua ialah menyelaraskan standar protokol kesehatan global melalui kesepakatan sertifikat vaksin yang diakui bersama di setiap titik masuk negara. 

Dan agenda terakhir ialah memperluas pusat manufaktur serta penelitian global untuk pencegahan, kesiapsiagaan dan respon pandemi. 

Agenda tersebut juga mengangkat topik pengembangan teknologi vaksin mRNA, perluasan manufaktur serta pusat penelitian untuk pencegahan, kesiapsiagaan dan respon pandemi. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait