menu
user
URnews

WHO Sebut COVID-19 Diprediksi Bakal Jadi Endemik

Anisa Kurniasih,
sekitar 2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
WHO Sebut COVID-19 Diprediksi Bakal Jadi Endemik
Image: Ilustrasi virus corona. (Pixabay)

Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) menyebutkan bahwa pandemi COVID-19 diprediksi bisa menjadi endemik.

Pada akhir tahun 2020, WHO menyatakan, meski pandemi virus corona yang kita hadapi saat ini sangat parah, fenomena ini belum tentu yang besar dan dunia bisa belajar untuk hidup berdampingan dengan COVID-19.

 "Virus (corona) ditakdirkan akan menjadi endemik. Bahkan saat vaksin mulai diluncurkan," kata Profesor David Heymann, ketua kelompok penasihat strategi dan teknis WHO untuk bahaya infeksi dalam WHO media briefing for 2020 seperti dilansir Guardian.

Heymann yang juga seorang ahli epidemiologi di London School of Hygiene and Tropical Medicine melanjutkan, saat ini dunia sangat berharap adanya herd immunity. Entah bagaimana banyak yang percaya, jika banyak orang yang kebal terhadap virus maka angka penularan akan menurun. 

"Tampaknya takdir (virus corona) SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 akan menjadi endemik, seperti halnya 4 virus corona lain yang menginfeksi manusia,” imbuhnya.

Ia menambahkan, kita hidup dalam masyarakat global yang semakin kompleks. Ancaman ini pun akan terus berlanjut.

“Jika ada satu hal yang perlu kita pelajari dari pandemi ini, dengan semua tragedi dan kehilangan,kita perlu bertindak bersama. Kita perlu melakukan tindakan yang lebih baik setiap hari,” kata Heymann.

Sementara itu, kepala ilmuwan WHO, Dr Soumya Swaminathan menambahkan, pelaksanaan vaksinasi COVID-19 tidak berarti menghentikan protokol kesehatan seperti jaga jarak, mencuci tangan, memakai masker, dan menghindari kerumunan di masa depan. 

Swaminathan berkata, peran pertama dari vaksin adalah untuk mencegah penyakit simptomatik, penyakit parah, dan kematian. Apakah vaksin juga akan mengurangi jumlah infeksi atau mencegah orang menularkan virus, pertanyaan ini masih harus dikaji. 

"Saya tidak percaya kami memiliki bukti bahwa vaksin apapun dapat mencegah seseorang benar-benar terinfeksi dan karena itu masih dapat menularkannya,” kata Swaminathan. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait