menu
user
Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URamadan

Wisata Religi di Semarang: Makam Waliyullah hingga Sendang Kalimah Toyyibah

Shelly Lisdya,
19 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Wisata Religi di Semarang: Makam Waliyullah hingga Sendang Kalimah Toyyibah
Image: Makam Waliyullah Hasan Munadi. Sumber: Instagram @nugrohotrasportation

Semarang - Apa yang terlintas di pikiran kalian jika mendengar Semarang? Pastinya daerah yang memikiki ratusan destinasi wisata bukan?

Nah, di salah satu wilayahnya terdapat wisata religi, tepatnya di Nyatnyono, Ungaran, ada sebuah makam yang sangat dikeramatkan oleh penduduk sekitar yaitu makam waliyullah Hasan Munadi dan makam putranya waliyullah Hasan Dipuro.

Makam-makam wali tersebut hingga kini masih dirawat dengan baik oleh masyarakat. Makam waliyullah tersebut terletak di atas bukit dengan pemandangan yang sangat indah. 

Sejarah Masjid dan Desa Nyatnyono

Nyatnyono sendiri pada zaman dahulu merupakan sebuah masjid dan sekarang melebar menjadi sebuah desa, di desa Nyatnyono sendiri terdapat sebuah masjid peninggalan Kyai Hasan Munadi dan anaknya Kyai Hasan Dipuro. 

Kisahnya berawal dari Hasan Munadi muda menjadi santri bersama Raha Demak Bintoro Sunan Bonang, Raden Fattah. Setelah menjadi santri di pondok dan diketahui Sunan Bonang bahwa keduanya sudah cukup berilmu, maka keduanya diberi perintah masing-masing untuk menyebarkan ilmu.

Sementara Raden Fattah diberikan amanah untuk membuat pesantren di Glagah Wangi atau sekarang dikenal dengan Bintoro, dan Hasan Munadi diperingatkan kembali pulang kampung untuk menyebarkan ilmu di kampung halamannya, semarang dan sekitarnya.

Nama sebuah desa Nyatnyono adalah sebuah desa di mana kampung halaman Kyai Hasan Munadi berasal, Nyatnyono dalam bahasa Indonesia berarti “tiba-tiba ada” cerita berawal dari Kyai Hasan Munadi yang sedang berkhalwat untuk menyebarkan islam, dalam khalwatnya ia diberi isyarat untuk mendatangi sebuah tempat yang terdapat masjid. 

Namun sayangnya tempat tersebut belum ada bangunan masjid. Hingga akhirnya Kyai Hasan Munadi sampai di tempat dalam isyarat khalwatnya, secara tiba tiba sebuah masjid sudah berdiri tegak, yang berada dilereng gunung Sukroloyo. 


Makam Kyai Hasan Dipuro

Kyai Hasan Dipuro adalah anak dari Kyai Hasan Munadi, mereka dimakamkan berdekatan dan dipisah oleh jalan menuju parkiran. Untuk menuju ke makam dan ke masjid, Urbanreaders harus menaiki anak tangga karena makam dan masjid berada di atas tempat parkir.

Sendang Mata Air Nyatnyono

Menariknya, di sekitar lokasi makam terdapat sebuah pemandian yang airnya diambil dari sebuah sendang peninggalan Kyai Hasan Munadi, letak dari sendangnya sendiri tak jauh dari lokasi makam.

Sendang nyanyono sebenarnya juga memiliki sejarah yang tak lepas dari Kyai Hasan Munadi, yaitu bermula dari tongkatnya Hasan Munadi yang ditancapkan ke tanah kemudian dicabut dan keluarlah mata air yang sekarang menjadi sendang.

Tak hanya itu, sumber air yang memiliki nama Sendang Kalimah Toyyibah ini merupakan mata air di bawah pohon beringin yang berusia puluhan tahun. Sumber air ini tidak pernah kering meski musim kemarau panjang.

 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait