menu
user
URnews

12 Terduga Teroris di Jatim Berkaitan dengan Upik Lawanga

Nivita Saldyni,
sekitar 2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
12 Terduga Teroris di Jatim Berkaitan dengan Upik Lawanga
Image: Ilustrasi Densus 88. (Tribratanews Polri)

Jakarta - Kepala Biro Penerangan masyarakat Humas Polri, Brigjen Pol. Rusdi Hartono mengungkapkan fakta baru di balik penangkapan 12 terduga teroris di empat daerah di Jatim, Jumat (26/2/2021) lalu.

Ia mengungkapkan bahwa para terduga teroris dari kelompok Fahim ini masih ada kaitannya dengan Upik Lawanga.

"Kalau kita dalami lagi, kelompok ini (Fahim) pun ada keterkaitannya dengan Upik Lawanga," kata Rusdi dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Senin (1/3/2021).

Untuk Urbanreaders ketahui, Upik Lawanga alias Taufik Bulaga (TB) merupakan anggota Jamaah Islamiyah yang menjadi dalang dari serangkaian teror bom di Tanah Air.

Mulai dari Bom Tentena, Bom Gor Poso, Bom Pasar Sentral dan serangkaian aksi teror lainnya sepanjang 2004 hingga 2006.

Upik Lawanga berhasil diamankan oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri pada 23 November 2020 di Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. 

Menurut Rusdi, 12 terduga teroris ini juga merupakan kelompok Jamaah Islamiyah yang berafiliasi dengan Al Qaeda. Sehingga tentu mereka masih berkaitan dengan kelompok-kelompok teroris dari kelompok Jamaah Islamiyah lainnya, termasuk Upik.

"Semua Jamaah Islamiyah tentunya mereka saling terkoneksi antara satu kelompok dengan kelompok lainnya," jelas Rusdi.

Kelompok ini sendiri mendapatkan dukungan pendanaan dari iuran para anggotanya. Rusdi menjelaskan, setiap anggota menyumbangkan lima persen gaji atau pendapatan mereka kepada organisasi.

"Ini salah satu dana yang digunakan oleh JI untuk tetap menjaga eksistensi organisasi mereka," pungkasnya.

Seperti yang Urbanasia beritakan sebelumnya, 12 terduga teroris dari kelompok Fahim ini berhasil diamankan di empat daerah di Jawa Timur pada Jumat (26/2/2021) lalu.

Mereka adalah UBS alias F, TS, AS, AIH alias AP, BR, RBM, Y, F, ME, AYR, RAS, dan MI yang diketahui memiliki peran yang berbeda-beda dalam jaringan terorisme.

Adapun delapan di antaranya diamankan di Kabupaten Sidoarjo, dua orang di Kota Surabaya, dan masing-masing satu orang di Kabupaten Mojokerto dan Kota Malang.

Dari hasil penangkapan, diketahui bahwa mereka tengah merencanakan untuk melakukan Amaliyah.

Hal ini diketahui dari berbagai aktivitas yang mereka lakukan, mulai dari latihan bela diri, merancang bunker untuk pembuatan senjata dan bom rakitan, juga telah mempersiapkan tempat pelarian setelah melakukan aksi terorisme.

Adapun sejumlah barang bukti yang ikut diamankan bersama para terduga teroris di antaranya adalah 50 butir peluru sembilan mm, satu pistol rakitan jenis FN, empat bendera daulat warna hitam dan putih, delapan pisau, dua samurai, tiga golok, dan 23 senjata tajam lain berupa busur panah.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait