menu
user
URnews

2 WNI Diserang, Polisi AS Selidiki Dugaan Rasisme

Griska Laras,
21 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
2 WNI Diserang, Polisi AS Selidiki Dugaan Rasisme
Image: Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan (Freepik)

Jakarta - Kepolisian Philadelphia, Amerika Serikat (AS), masih menyelidiki dugaan rasisme di balik kasus penganiayaan yang menimpa dua warga negara Indonesia (WNI).

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah mengatakan polisi AS sedang menyelidiki rekaman CCTV di lokasi kejadian. Mereka menetapkan insiden tersebut sebagai tindakan bullying dan harassment untuk sementara waktu.

"Polisi Philadelphia sedang menyelidiki rekaman CCTV di lokasi kejadian untuk menentukan motif kasus ini, apakah ada tindak kekerasan rasial atau kebencian terhadap etnis tertentu," kata Faizasyah.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York juga telah menghubungi perwakilan kantor Wali Kota Philadelphia untuk meminta informasi soal tindak lanjut penanganan kasus itu.

"KJRI New York sudah melakukan komunikasi dengan Kantor Wali Kota Philadelphia untuk menyampaikan concern, sambil tentunya menghormati privacy act," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi seperti dilansir Antara.

Retno juga mengimbau seluruh WNI terus bersikap waspada dan segera melapor ke polisi jika mengalami kejahatan rasial.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua remaja perempuan Indonesia di AS mengaku menjadi korban serangan rasial. Mereka diserang sekelompok remaja tak dikenal saat menunggu kereta SEPTA di stasiun City Hall, Minggu (21/3/2021).

Kepada NBC, kedua WNI yang enggan diungkap identitasnya itu didorong, ditampar dan dipukul oleh 4 orang remaja keturunan Afrika-Amerika.

"Seorang perempuan menampar pipi kanan teman saya sampai menangis, sementara yang lain memukul sisi kiri kepala saya berkali-kali," ungkap salah satu korban dalam tayangan NBC.

Menurut laporan Komunitas WNI di Philadelphia, kedua korban tidak mengalami cedera serius. Namun mereka mengalami trauma dan takut bepergian dengan transportasi umum.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait