Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

2.175 Orang Terima Beasiswa Pendidikan Indonesia dari Kemendikbudristek

Shelly Lisdya,
11 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
2.175 Orang Terima Beasiswa Pendidikan Indonesia dari Kemendikbudristek
Image: Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim. (Dok. Humas Kemendikbud)

Jakarta - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah menyalurkan Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) semester gasal tahun akademik 2021/2022. 

BPI diserahkan melalui Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) untuk meningkatkan dan membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia serta meningkatkan kebermanfaatan dana pengembangan pendidikan nasional.

BPI merupakan program beasiswa bergelar untuk jenjang S1, S2, S3, serta program double degree. Penerima beasiswa terdiri dari calon guru, guru, calon dosen, dosen, pelaku budaya, siswa, dan mahasiswa berprestasi. 

Mereka akan mengikuti pendidikan di 59 perguruan tinggi di dalam negeri dan 112 perguruan tinggi di luar negeri yang tersebar di 20 negara.

Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek, Suharti dalam laporan menyampaikan, bahwa pada semester gasal tahun akademik 2021/2022, sebanyak 2.175 orang telah menerima BPI.

"Mereka terdiri dari 1.948 penerima beasiswa di dalam negeri, 217 penerima di luar negeri, dan 10 penerima double degree," tekannya.

Jumlah tersebut dengan rincian beasiswa gelar S1/D4 diberikan kepada 373 penerima dari calon guru dan guru mata pelajaran produktif pada SMK, pelaku budaya, dan siswa atau mahasiswa berprestasi. 

Beasiswa gelar S2 diberikan kepada 335 penerima, dengan rincian 269 di dalam negeri, 63 di luar negeri, dan tiga double degree. Penerima beasiswa gelar S2 ini berasal dari calon dosen perguruan tinggi akademik maupun vokasi, calon guru dan tenaga kependidikan, pelaku budaya, dan mahasiswa berprestasi.

Kemudian beasiswa gelar S3 diberikan pada 1.467 penerima yang berasal dari dosen perguruan tinggi akademik dan vokasi, guru dan tenaga kependidikan serta pelaku budaya.

Sementara itu, Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim berpesan kepada para penerima beasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini dalam menempuh pendidikan.

Selain itu, Kemendikbudristek juga berencana akan menambah kuota beasiswa untuk guru, dosen, dan pelaku budaya.

“Ini merupakan upaya kami untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pelaku budaya, jadi jangan disia-siakan. Bangun network baru, keluar dari zona nyaman, coba hal baru, jangan takut ambil risiko, dan usaha inovatif dalam pembelajaran,” ujar Mendikbudristek.

Ia berharap BPI bisa menjadi motivasi bagi para penerimanya untuk menjadi pemimpin di sektor masing-masing dan mendukung gerakan Merdeka Belajar yang telah digagas Kemendikbudristek. 

“Pelan-pelan gerakan Merdeka Belajar berjalan dan semakin dapat momentum. Jadi tanpa pemimpin perubahan, tidak akan ada Merdeka Belajar. Merdeka Belajar adalah gerakan. Semua yang menerima beasiswa ini akan menjadi agen perubahan. Jadi optimalkan dan kontribusikan kepada masyarakat saat kembali nanti,” katanya.

Melalui BPI, Nadiem mengatakan, mereka nantinya akan menjadi pemimpin di sektornya masing-masing, baik secara formal melalui Guru Penggerak, menjadi kepala sekolah, menjadi pengawas-pengawas guru, maupun menjadi bagian dari Kemendikbudristek.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait