5 Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Sulit

Jakarta - Di setiap jenis pekerjaan, pasti kamu akan menemukan satu atau dua orang yang sangat sulit diajak bekerja sama, berkomunikasi, maupun menjadi bagian dari tim. Misalnya, mereka yang selalu terlambat menyelesaikan tugas, nggak komunikatif, atau menyimpan informasi sehingga orang lain tidak bisa melakukan pekerjaannya dengan baik.
Sayangnya, tipe orang seperti ini tidak selalu bisa kita hindari karena kebetulan berada dalam satu tim, atau jenis bisnis kita yang memang hanya membutuhkan sedikit orang untuk menjalankannya. Mau tidak mau, kita harus menghadapi orang ini dan bekerja sama sebaik-baiknya.
Lantas, bagaimana caranya biar pekerjaan kita bisa tetap maksimal tanpa harus berkonflik dengan dia? Urbanasia punya beberapa tips buat kamu nih, guys. Coba disimak, yuk!
1. Ubah Pendekatan
Sebelum kamu bisa mengubah kebiasaan orang lain, kamu perlu mengubah dulu cara kamu merespons orang lain. Karena itu, penting buat kamu memeriksa ke dalam dirimu sendiri mengenai cara kamu memperlakukan si sulit ini. Sesudah itu, kamu perlu melakukan perubahan terhadap cara kamu berkomunikasi dan bekerja sama dengan dia.
Baca Juga: 6 Rekan Kerja yang Bisa Menjatuhkan Karirmu
Bisa jadi, dia bersikap sulit dan tidak kooperatif padamu karena merasa tidak dihargai atau dihormati. Carilah celah yang dapat membuat dia merasa kamu ada di pihaknya dan gunakan itu sebagai pendekatanmu dalam berkomunikasi dengan dia.
2. Hadapi dengan Kepala Dingin
Jika dia bersikap sulit dengan menunjukkan amarah, sikap kasar, atau beradu argumen, hindari membuat situasi menjadi lebih besar dengan membalas kemarahannya. Sebaliknya, imbangi kemarahan dan sikap kasarnya dengan tenang dan menunggu hingga kemarahannya mereda. Sesudah itu, sampaikan pendapatmu secara to the point dan biarkan dia mencerna informasi darimu dengan caranya sendiri.
3. Jaga Jarak
Buatlah interaksi yang singkat, langsung, dan tidak bertele-tele dengan orang semacam ini. Kamu hanya perlu menjelaskan maksud atau perintah yang kamu berikan, lalu biarkan dia mengerjakan tugasnya. Ketika tugas tidak bisa diselesaikannya dengan baik, kamu bisa menanyakan apa yang menjadi kesulitan untuk dia dan carilah solusi dari yang kesulitan yang disampaikannya tersebut.
4. Hindari Perdebatan yang Tak Perlu
Orang yang sulit akan menguras energimu terlalu banyak. Karena itu, penting buat kamu untuk bisa memilih perdebatan yang perlu dan mana yang sebaiknya diabaikan saja. Ikuti naluri kamu.
Baca Juga: 5 Cara Jitu Hadapi Si ‘Playing Victim’
Jika pembicaraan sudah mengarah ke perdebatan yang tidak masuk akal, asal ngeles aja, atau menyerang area pribadi, kamu bisa stop dan tinggalkan pembicaraan ini. Kamu tidak perlu mengambil hati atas ucapannya maupun membiarkan ego terluka karena orang yang punya masalah dengan dirinya sendiri.
5. Berfokus pada Solusi
Orang yang sulit biasanya juga punya segudang alasan dan cenderung bersikap defensif atas kekurangan atau kesalahannya. Berfokus pada kesalahannya hanya akan membuat dia merasa diserang sehingga memunculkan alasan lain yang tidak ada habisnya. Karena itu, lebih baik kamu memfokuskan energi pada solusinya.
Misalnya, orang tersebut lambat dalam bekerja dengan alasan tidak punya cukup waktu menyelesaikannya, kamu perlu mempertimbangkan menambah personel, mendelegasikan tugas, atau mengganti tugasnya dengan hal lain. Meskipun ini perlu effort lebih, setidaknya kamu bisa menghindari pekerjaan terbengkalai terlalu lama.