URstyle

5 Tips Siapkan Makanan Sehat ala Ahli Gizi dan Alumni MCI

Priscilla Waworuntu, Rabu, 28 September 2022 15.34 | Waktu baca 4 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
5 Tips Siapkan Makanan Sehat ala Ahli Gizi dan Alumni MCI
Image: Ilustrasi masakan sehat. (FREEPIK)

Jakarta - Makanan adalah salah satu kebutuhan pokok yang wajib terpenuhi. Biasanya, makanan yang dinilai lezat dan aroma yang menggugah selera adalah makanan dengan rempah berlimpah hingga makanan junk food yang memiliki variasi menu beragam. Tapi, jika mengonsumsi makanan seperti masakan Padang, gorengan, burger, dan lainnya secara terus menerus akan berdampak buruk bagi kesehatan. 

Melihat fenomena ini, mulai munculah gerakan untuk memiliki pola makan yang sehat dan konsumsi makanan yang seimbang. Menurut ahli gizi Puteri Aisyaffa, sebenarnya makan makanan junk food dan lainnya boleh saja, tetapi harus diseimbangi dengan makanan sehat lainnya. 

“Saya mengacu pada prinsip 3J, yaitu jenis, jumlah, dan jam makan. Selama makanan tersebut bisa memenuhi prinsip 3J, tidak jadi masalah. Pilihan makanan sehat itu berbeda bagi setiap orang. Seandainya Anda mengidap hipertensi, berarti perlu menghindari bahan makanan yang bikin tekanan darah meningkat. Itulah yang dinilai sehat bagi Anda,” kata Puteri Aisyaffa, seorang ahli gizi.

Baca Juga: 6 Tips Masak Makanan Sehat ala Chef Norman Ismail 

Jika ingin mengonsumsi makanan sehat, kamu pasti berpikiran harus memasak makanan itu sendiri. Biar proses memasak mulus dan hasil masakannya enak, simak tips yang disampaikan oleh ahli gizi Puteri, alumni Masterchef Indonesia (MCI) musim ke-5 Brian Ardianto dan alumni MCI musim ke-7 Aziz Amri.

1. Masak makanan dengan cepat agar nutrisi nggak hilang 

Puteri menjelaskan, makin cepat suatu bahan makanan dimasak, makin maksimal pula zat gizi yang terkandung di dalamnya. Karena itu, proses memasak jadi faktor yang perlu kita pertimbangkan. Misalnya, ketika memasak tumis kangkung, oseng saja sebentar, tambahkan air, masukkan kangkung, dan biarkan hingga layu, lalu angkat. 

“Kadang orang memasaknya dalam waktu lama sampai benar-benar lunak. Proses memasak terlalu lama akan menurunkan nilai gizi. ketika keluar dari kulkas, suatu bahan pangan itu diproses dengan cara yang cepat dan dihabiskan dengan cepat pula. Dengan begitu, zat gizi yang diterima oleh tubuh bisa maksimal,” katanya. 

Selain itu, jika kamu memanaskan makanan yang sudah jadi, sebenarnya gizi yang ada di dalam makanan tersebut sudah berkurang walau begitu kamu tidak perlu membuangnya, karena walau berkurang, gizi dalam makanan masih ada, dan bisa untuk dikonsumsi. 

Aziz menyebutkan, proses memasak cepat akan mengurangi risiko zat gizi hancur, terbakar, atau menguap. Seandainya membuat sup atau ayam rebus, contohnya, sebagian kandungan gizi akan larut ke dalam air rebusan. Brian juga berpendapat, cara memasak apa pun bisa diterapkan. Karena menurutnya, makanan sehat itu dilihat dari kandungan nutrisi di dalamnya.

2. Meal prep bisa mempercepat memasak 

Makin fresh bahan tentu makin baik. Jika memungkinkan, belanja setiap hari untuk menu makan hari itu saja. Tapi, kalau kamu tipe yang sangat sibuk dan hanya sempat belanja satu minggu sekali, simpan bahan makanan di chiller atau freezer, sehingga nutrisinya akan terkunci di dalamnya. 

Menurut Brian, meal prep bisa disesuaikan dengan tipikal keluarga masing-masing. Kalau memang keluargamu biasa memakan roti dan siangnya makan makanan berat, kamu tetap bisa kok menyesuaikannya. Kamu bisa menyiapkan beberapa bahan utama yang memang akan digunakan saat makan siang atau makan malam. Contohnya seperti menyiapkan daging, yang sudah dipotong-potong dan bisa kamu taruh di tempat penyimpanan yang berbeda, sehingga nanti kamu tidak perlu mengeluarkan seluruh daging dari kulkas. 

Aziz menambahkan, bumbu-bumbu juga bisa disiapkan lebih awal. Misalnya, saat membeli bawang-bawangan segar, langsung olah saja. Cukup dihaluskan dengan blender dan dijadikan bumbu jadi. Agar lebih awet, masak dengan sedikit minyak sampai matang. Toh, nanti ketika ditumis pun pakai minyak. Masukkan ke dalam kotak, tutup rapat, simpan di kulkas. Kapan pun akan dipakai, tinggal diambil saja secukupnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait