beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URtech

7 Remaja Tewas Setelah Ikutan Blackout Challenge

Shinta Galih,
3 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
7 Remaja Tewas Setelah Ikutan Blackout Challenge
Image: Aplikasi TikTok (Them.us)

Jakarta - Sebanyak 7 remaja dilaporkan tewas setelah mengikuti Blackout Challenge di TikTok. Media sosial berbagi video pendek itu pun harus menghadapi gugatan di pengadilan terkait kasus tersebut.

Blackout Challenge merupakan tantangan di TikTok yang mengajak pengguna untuk mencekik diri sendiri dengan ikat pinggang, tali dompet, atau barang lain hingga pingsan.

Berdasarkan laporan, 7 remaja yang tewas gegara mengikuti Blackout Challenge berusia di bawah 15 tahun. Korban yang terbaru adalah Lalani Walton yang berusia delapan tahun dan Arriani Arroyo yang berusia sembilan tahun.

Sebelumnya ada anak berusia 10 tahun di Italia yang meninggal pada Januari 2021, anak 12 tahun asal Colorado yang meninggal pada Maret 2021, lalu anak 14 tahun dari Australia yang meninggal Juni 2021.

Ada lagi anak 12 tahun di Oklahoma yang wafat pada Juli 2021. Terakhir ada anak 10 tahun bernama Nylah Anderson asal Pennsylvania yang meninggal pada Desember 2021.

Orang tua dari Lalani Walton dan Arriani Arroyo telah melayangkan gugatan ke TikTok di pengadilan Los Angeles. Demikian pula ibunda Nylah Anderson. 

Ketiganya menuding TikTok sengaja menampilkan challenge berbahaya tersebut di For Your Page (FYP) dengan menyematkan algoritma khusus.

"TikTok mendorong pengguna untuk mencekik diri mereka sendiri dengan ikat pinggang, tali dompet, atau apa pun yang serupa sampai pingsan," bunyi gugatan tersebut.

Menanggapi gugatan tersebut, TikTok mengklaim pihaknya sudah memblokir pengguna dari pencarian kata kunci blackout challenge. Sebagai gantinya, pengguna akan melihat peringatan di layar ponselnya.

Sementara itu, juru bicara TikTok Mahsau Cullinane mengatakan kalau Blackout Challenge sudah lama beredar di luar TikTok dan tidak pernah tampil sebagai tren platform video milik Bytedance itu.

"Kami tetap waspada sebagai bentuk komitmen kami terhadap keselamatan pengguna, dan akan segera menghapus konten terkait jika ditemukan," ujar dia.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait