beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URguide

Akpol 1996 Luncurkan Buku 'Berjuang di Sudut-Sudut Tak Terliput', Gimana Kisahnya?

Kintan Lestari,
3 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Akpol 1996 Luncurkan Buku 'Berjuang di Sudut-Sudut Tak Terliput', Gimana Kisahnya?
Image: Acara bedah buku 'Berjuang di Sudut-Sudut Tak Terliput' di Hotel Sultan, Senin (27/6/2022). (Kintan/Urbanasia)

Jakarta - Polisi, apa sih yang kalian pikirkan ketika mendengar kata polisi belakangan ini? Yap, oknum polisi yang tidak bertanggung jawab atau tidak bekerja melayani masyarakat.

Belakangan ini media sosial memang menggambarkan polisi dengan citra yang buruk. Misalnya menilang sembarangan supaya dapat uang, tidak mengurus perihal kehilangan barang seseorang, lambat menangani kasus, sampai ke oknum polisi yang memanfaatkan jabatannya untuk menipu perempuan. 

Padahal, masih banyak loh polisi-polisi yang bekerja sepenuh hati melayani dan menolong masyarakat. Namun sayang jarang terliput oleh media sosial. Nah, untuk melihat gambaran polisi baik hati ini, kalian bisa melihatnya di buku karangan Iqbal Aji Daryono.

Jadi Akademi Kepolisian (Akpol) 1996 meluncurkan buku 'Berjuang di Sudut-Sudut Tak Terliput' karya penulis sekaligus kolumnis Iqbal Aji Daryono. Buku ini mengisahkan cerita sisi lain polisi dari 20 provinsi Indonesia yang bekerja sepenuh hati untuk mengabdi dan melayani rakyat.

"Ya, (buku ini) untuk menyeimbangi. Karena selama ini yang paling mudah viral tentu saja yang negatif," ujar Iqbal pada Urbanasia saat ditemui usai acara bedah buku 'Berjuang di Sudut-Sudut Tak Terliput' di Hotel Sultan, Senin (27/6/2022). 

Dalam bukunya, Iqbal menuliskan kisah para polisi yang menjalankan banyak peran dengan sudut pandang perjalanan dan bukan laporan resmi sehingga mudah dipahami masyarakat luas. Dalam menulis buku ini, Iqbal melakukan riset hingga 5 bulan di 20 provinsi di Indonesia.

"(Riset) 5 bulan, dari pertengahan Desember sampai akhir Mei. Rata-rata stay (cari info) satu minggu di lokasi. Jadi saya mencari mana yang mereka mewakili se-Indonesia, tapi nggak bisa semua karena waktunya nggak cukup," ujar Iqbal.

1656327239-bedah-buku-2.jpgSumber: Iqbal Aji Daryono, penulis buku 'Berjuang di Sudut-Sudut Tak Terliput', saat ditemui di Hotel Sultan, Senin (27/6/2022). (Kintan/Urbanasia)

Dalam menulis kisah para polisi itu, Iqbal melihat dari 3 sisi, yaitu peran para polisi di lingkungannya, tantangan yang dihadapi mereka, sampai sisi kemanusiaannya.

"Jadi akhirnya setiap lokasi itu selalu eksplorasi dulu, ke satu Polda di setiap provinsi, tanya disini tantangannya apa. Saya cari terutama yang berkarakter lokal. Jadi misalnya kalau ngomongin Papua ya KKB, kalau Poso ya terorisme, kayak gitu-gitu. Jadi terkait itu peran polisi dimananya. Tapi nggak selalu harus peran, kadang-kadang juga tantangan. Lalu sisi humanisnya," pungkasnya lagi.

Sinopsis buku 'Berjuang di Sudut-Sudut Tak Terliput'

Penasaran seperti apa buku 'Berjuang di Sudut-Sudut Tak Terliput' karya Iqbal Aji Daryono? Simak sinopsisnya di bawah ini!

Ini bukan laporan resmi. Ini buku cerita perjalanan, ditulis oleh seorang tukang jalan-jalan yang awam tentang dunia polisi, tapi kemudian ia penasaran melihat ada apa sesungguhnya di balik kehidupan dan kegiatan para polisi.

Selama ini, yang muncul di berita-berita tentang polisi selalu sebatas penindakan-penindakan atas kejahatan, atau kabar-kabar viral yang serba negatif berisi kejadian pelanggaran oleh oknum-oknum polisi.

Namun, dengan perjalanan blusukan ke 20 provinsi, penulis menjumpai banyak aktivitas polisi yang tidak viral, tetapi berada di luar bayangan mainstream orang-orang awam.

Maka, berjumpalah penulis dengan para polisi hebat yang menjalankan banyak peran. Ada polisi-medis yang terjun ke kampung-kampung untuk melakukan pengobatan, karena tenaga kesehatan takut bergerak akibat ancaman kelompok bersenjata. Ada polisi-ustadz yang keliling ke masjid-masjid untuk meredam ajaran ekstrim kelompok teroris. Ada pula polisi yang tekun mendampingi anak-anak yang kesepian dan terabaikan, karena ortu mereka sibuk bekerja di luar kota.

Tak ketinggalan, polisi yang memberantas akar kriminalitas lewat buku-buku dan taman belajar. Juga polisi-polisi yang mengecat kampung kumuh agar suasana berubah cerah lalu warganya menjauh dari narkoba. Dan sebagainya.

Di balik yang viral-viral pada layar HP kita, ternyata banyak sisi luar biasa yang jarang tertangkap mata.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait