beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URstyle

Asal Usul Kue Apem, Makanan Khas 1 Muharram

Hanisa Sutoyo,
29 Juli 2022 12.45.20 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Asal Usul Kue Apem, Makanan Khas 1 Muharram
Image: disbudpar.cirebonkota.go.id

Jakarta - Kue apem yang merupakan kue tradisional khas Jawa menjadi salah satu makanan legendaris yang masih dilestarikan sampai saat ini loh. Selain itu, hidangan kue apem juga kerap disajikan untuk sejumlah acara penting.

Melansir situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI), camilan ini memegang peranan yang cukup penting loh ketika memasuki bulan Ramadhan dan Muharram. Kok bisa?

Rupanya, menjelang selikuran, kaum muslim yang sedang puasa banyak berdiam di masjid, dalam rangka menyambut malam lailatul qhodar.

Selain untuk menyambut malam lailatul qhodar, kue apem juga kerap disajikan untuk menyambut datangnya tahun baru Islam atau 1 Muhharam nih, Urbanreaders.

Dalam filosofi Jawa, kue apem adalah simbol pengampunan atau permohonan ampun dari berbagai kesalahan. Selain sebagai simbol pengampunan, kue apem juga menjadi hidangan wajib untuk acara megengan menyambut Ramadan atau acara-acara lain yang meminta pengampunan sekaligus mengungkapkan rasa syukur. 

Di sejumlah acara tertentu, kue apem disajikan bersamaan dengan hidangan-hidangan lainnya, seperti nasi tumpeng, ayam ingkung, dan bubur merah putih. Ketiga panganan ini juga memang terkenal kerap ada di acara syukuran atau keagamaan. 

Kue apem yang memiliki rasa manis ini ternyata terbuat dari tepung beras dan gula merah, serta memiliki bentuk yang hampir sama dengan kue kamir, walaupun bahan dasar dari keduanya berbeda. 

Meskipun dihidangkan saat acara-acara tertentu, kue apem ini juga dapat dengan mudah kamu temukan di bakul-bakul pedagang yang menjajakan jajanan pasar ya, Urbanreaders.

Karena bahan-bahannya tidak terlalu sulit, kue apem dapat dijual dengan harga yang cukup terjangkau, yakni sekitar Rp 4.000 hingga Rp 5.000 per buahnya. Jadi, selamat mencoba ya!

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait