beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URstyle

Bamboo Dome, Tempat Santap Siang Para Pemimpin G20 di Bali

Annisa Tiara Jelita,
17 November 2022 16.43.44 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Bamboo Dome, Tempat Santap Siang Para Pemimpin G20 di Bali
Image: Bamboo Dome tempat makan siang para delegasi KTT G20 di Bali. (YouTube/Sekertariat Presiden)

Jakarta - Para pemimpin dari setiap negara yang mengikuti KTT G20 di Bali berkesempatan menyantap makan siang bersama di Bamboo Dome yang terletak di Apurva Kempinski, Nusa Dua, Bali. Bamboo Dome dapat terlihat dari hotel di mana KTT G20 ini dilaksanakan.

Bamboo Dome ini dibangun dengan bahan dasar bambu tanpa besi dan baja. Memiliki luas sekitar 800 meter persegi, 43 kursi dengan tata letak meja besar melingkar, yang secara khusus dibangun hanya untuk makan siang pada KTT G20.

“Dome Bamboo ini semua nya itu konsumsinya bambu. Kami tidak menggunakan besi, tidak menggunakan baja," ujar Panitia Pelaksana, Wiwin Kurniawan dikutip Urbanasia dari YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (17/11/2022).

Makan siang merupakan hal yang penting pada KTT G20. Awalnya, agenda makan siang ini hendak dilaksanakan di halaman belakang hotel Apurva Kempinski dengan didirikanya tenda-tenda dipinggir laut.

Namun, karena laut tersebut berbatasan langsung dengan samudra Hindia, dikhawatirkan akan terjadi angin kencang saat makan siang berlangsung.

1668678038-Tampak-dalam-Bamboo-Dome.PNGSumber: Bamboo Dome di Bali, (YouTube/Sekretariat Presiden)

“Waktu itu, permintaannya cukup sederhana, Presiden Joko Widodo ingin makan siang dengan pemandangan laut,” kata Visual Creative Consultant KTT G20, Elwin Mok, sebagaimana dikutip oleh Urbanasia dari laman Kominfo, Kamis (17/11/2022).

Setelah berdiskusi, tim memutuskan untuk menjadikan bambu sebagai bahan utama pembuatan tempat untuk makan siang pada KTT G20.

Pertimbangan yang diambil oleh tim dengan memilih bambu adalah karena bangunan bambu adalah bangun yang terkenal paling tahan terhadap gempa.

Bambu juga memiliki banyak filosofi dan mudah untuk dibentuk melengkung karena sifatnya yang lentur, elastis, dan gampang beradaptasi.

Bambu juga termasuk ramah lingkungan, sehingga setelah KTT G20 Bamboo Dome dibongkar bambunya masih bisa dipakai ulang untuk keperluan lain.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait