beautydoozy skinner
urbanasia skinner
Beautydoozy

Beauty Store Terbuat dari Olahan Sampah, Kayak Apa Sih?

Kintan Lestari,
19 Mei 2022 16.36.19 | Waktu baca 4 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Beauty Store Terbuat dari Olahan Sampah, Kayak Apa Sih?
Image: Store The Body Shop yang dibuat dari olahan sampah di Mall Kota Kasablanka. (Kintan/Urbanasia)

Jakarta - Beberapa brand kecantikan mulai aware dengan isu lingkungan sehingga berusaha untuk melakukan cara-cara agar produknya sustainable. Salah satunya The Body Shop Indonesia.

Brand skincare dan makeup ini beberapa tahun belakangan ini rutin menghadirkan inovasi sebagai bentuk kepedulian pada bumi. Misalnya refill station, Community Fair Trade recycled plastic, recycled packaging, dan masih banyak lagi.

Kali ini, The Body Shop Indonesia menghadirkan inovasi lainnya yang sejalan dengan misi mereka yaitu beauty store yang dibuat dari sampah. Yap, kalian nggak salah dengar kok. 

Store tersebut merupakan The 1st Indonesian Beauty Store Made of Waste, yakni sampah plastik maupun bekas cigarette butt alias puntung rokok yang didaur ulang.

"Hampir 100 persen dari semua material yang ada di store ini itu adalah sustainable material. Ada yang berasal dari recycle material, ada juga yang reuse. Jadi kayak kayu-kayu yang ada di sini sebenarnya kayu yang reuse dan kita memastikan bahwa semua kayu yang ada di sini itu sustainable woods, dalam arti tidak berasal dari ilegal logging," ujar Ratu Ommaya, Public Relations Manager The Body Shop Indonesia dalam grand launching The Body Shop 'The 1st Indonesian Beauty Store Made of Waste' di Mall Kota Kasablanka, Kamis (19/5/2022).

Ada 5 spot menarik di store tersebut. Spot pertama adalah zona Parongpong Stuff. Pihak The Body Shop bersama business patrner-nya, yakni Parongpong Recycle Centre dan Conture Concrete Lab, menghadirkan properti yang terbuat dari cigarette butt alias puntung rokok, yakni pot terracotta. Di zona ini konsumen juga bisa melihat wadah produk yang sesuai tema produknya.

1652951992-parongpong-stuff.jpgSumber: Spot Parongpong Stuff The Body Shop. (Kintan/Urbanasia)

1652952004-skincare-makeup-props.jpgSumber: Spot recycle skincare dan makeup props The Body Shop yang terbuat dari papan sisa bangunan dan recycle plastic. (Kintan/Urbanasia)

Spot selanjutnya adalah zona recycle skincare dan makeup props. Jadi meja dan kursi tempat menaruh skincare-nya terbuat dari papan sisa bangunan. Di spot ini kamu juga bisa konsultasi kulit ke skincare expert loh. Lalu area demo makeup terbuat dari recycled plastic. Tak ketinggalan, ceiling store-nya juga terbuat dari wood palette sisa box pengiriman. 

1652951966-ceiling-body-shop.jpgSumber: Atap store The Body Shop terbuat dari wood palette sisa box pengiriman. (Kintan/Urbanasia)

Spot berikutnya adalah spot yang sudah banyak diketahui orang, yakni Refill Station. Jadi konsumen hanya perlu membawa botol produk yang isi aslinya sudah habis, lalu minta ke pegawai untuk mengisi kembali botol tersebut dengan produk yang kamu inginkan, seperti shower gel, shampoo, kondisioner, atau hand wash.

Spot keempat adalah Body Butter Tower, yakni produk body butter dengan tutup kemasan terbuat dari 100 persen alumunium, dan bagian tube-nya terbuat dari 100 persen recyle plastic dari Community Fair Trade di India. Kemasan body butter ini membantu mengurangi penggunaan virgin plastic sebanyak 241 persen.

1652951958-body-butter-tower.jpgSumber: Spot Body Butter Tower The Body Shop. (Kintan/Urbanasia)

1652951951-Act-Corner.jpgSumber: Spot Act Corner tempat proses The Body Shop untuk menjalankan circular economy. (Kintan/Urbanasia)

Nah, spot terakhir adalah Act Corner. Di zona ini konsumen dapat melihat proses The Body Shop untuk menjalankan circular economy, yakni sesuatu di produksi, di recycle, lalu di recycle kembali. Jadi customer bisa melihat bentuk sampah yang sudah didaur, serta hasil produk dari sampah yang sudah diolah kembali.

"Yang membuat Act Corner ini berbeda dari yang lainnya yaitu megaphone. Ini adalah lambang speak out, jadi kita semua perlu menjadi change maker dan ini simbolnya karena change maker itu harus speak out. Maka megaphone adalah iconnya," ujar Suzy Hutomo, Executive Chairperson The Body Shop Indonesia.

1652951983-owner-ceo-body-shop.jpgSumber: CEO dan Executive Chairperson The Body Shop Indonesia, Aryo Widiwardhono dan Suzy Hutomo, di grand launching 'The 1st Indonesian Beauty Store Made of Waste' di Mall Kota Kasablanka, Kamis (19/5/2022).

Aryo Widiwardhono, CEO The Body Shop Indonesia, berharap kehadiran beauty store dari olahan sampah ini bisa menjadi inspirasi banyak orang untuk memiliki gaya hidup yang sustainable.

"Ini toko pertama yang menggunakan konsep toko kecantikan yang bisa cantik walaupun dibuat dari sampah. Untuk itu kita berkolaborasi dengan beberapa pendekar lingkungan yang punya kreasi dan artistik. Kami ingin mencontohkan bahwa The Body Shop sebagai aktivis brand yang juga mengusung sustainability juga circular economy. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan ini menjadi inspirasi untuk teman-teman memiliki gaya hidup yang sustainable," tutup Aryo.

Buat Urbanreaders yang penasaran seperti apa store The Body Shop yang terbuat dari sampah, kalian bisa langsung lihat di Mall Kota Kasablanka. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait