menu
user
URnews

Bencana Alam Mengintai, Risma Keluarkan Surat Edaran Kewaspadaan

Nivita Saldyni,
4 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Bencana Alam Mengintai, Risma Keluarkan Surat Edaran Kewaspadaan
Image: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Nivita Saldyni/Urbanasia)
Berita Terkait

    Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini baru saja mengeluarkan Surat Edaran (SE), Senin (16/11/2020).

    Lewat surat bernomor 360/10127/436.8.4/2020 tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana, Risma meminta masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi perubahan cuaca akhir-akhir ini.

    "Sehubungan dengan adanya perubahan cuaca sesuai informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang dapat menimbulkan hujan lebat disertai angin kencang dan gelombang tinggi air laut, maka diminta kepada seluruh warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi tersebut serta bencana dan keadaan darurat lainnya (kebakaran, banjir, angin puting beliung, dan lain sebagainya)," kata Risma lewat SE yang ditandatanganinya pada Senin (16/11/2020).

    Melalui SE itu pula, Risma menitipkan sejumlah pesan penting untuk masyarakat di seluruh Kota Pahlawan. Pesan ini ditujukan untuk pejabat di tingkat kecamatan dan kelurahan, RT/RW, dan masyarakat umumnya.

    Di tingkat Kecamatan/Kelurahan, Risma meminta peran forum Kelurahan Siaga Bencana segera diaktifkan. Ia juga meminta seluruh kelurahan dan kecamatan segera menyiapkan tempat evakuasi. 

    "Masing-masing Kecamatan dan Kelurahan agar menyediakan tempat aman sementara yang akan digunakan untuk lokasi evakuasi apabila terjadi bencana dan selanjutnya menyosialisasikan tempat aman sementara tersebut kepada seluruh warga," imbuhnya.

    Sementara di tingkat RT/RW, ia meminta agar pendataan terhadap kelompok rentan bencana, mulai dari lansia, difabel/disabilitas, ibu hamil dan balita segera dilakukan. 

    "Rukun Warga/Rukun Tetangga harap memastikan tiap kelompok rentan memiliki pendamping, khususnya pada saat terjadi bencana dan keadaan darurat lainnya," imbuh Risma.

    Ia pun meminta untuk pengurus RW/RT di Surabaya segera memasang rambu/tanda di tiap rumah yang dihuni oleh kelompok rentan bencana itu. Sehingga proses evakuasi bisa lebih mudah.

    Terakhir, untuk para pendamping kelompok rentan atau Keluarga Utama diminta untuk tidak meninggalkan/melepaskan pengawasan pada warga/keluarganya yang termasuk pada kelompok rentan.

    Mereka harus siap siaga membantu kelompok rentan melakukan evakuasi yang sudah ditentukan oleh Kecamatan/Kelurahan.

    "Apabila ada warga yang di rumahnya terdapat kelompok rentan bencana, ketika akan meninggalkan rumah dalam waktu lama, harap melapor ke tetangga atau Ketua RT," imbaunya.

    Tak ketinggalan, Urbanreaders juga harus sudah menyiapkan dokumen-dokumen penting agar dapat segera diamankan apabila terjadi bencana dan keadaan darurat lainnya. Kamu juga bisa menghubungi Command Center 112 (call center 24 jam) jika dalam keadaan darurat.

    Di lain kesempatan, A.H. Thony, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi upaya Risma dan jajarannya dalam upaya persiapan kesiapsiagaan bencana. Namun menurutnya, peran penting kesiapan menghadapi bencana ada di tangan masyarakat.

    "Dalam pandangan kami peran besar masyarakat yang menentukan. Maka kesiapan masyarakat lah yang mestinya dikuatkan," kata Thony di Surabaya, Jumat (13/11/2020) lalu.

    Untuk itu ia meminta masyarakat mau bekerjasama dan menyambut baik imbauan dan uapaya yang tengah dilakukan pemerintah setempat.

    Salah satunya dengan mengaktifkan kembali kelompok masyarakat sadar bencana untuk melakukan pendampingan dan pelatihan kepada warga sekitar.

    "Jadi sekarang ini perlu kelompok-kelompok masyarakat meneruskan spirit ini, membuat sebuah kegiatan pelatihan-pelatihan untuk tanggap bencana," tutupnya.

    Komentar
    paper plane