menu
user
URnews

Berlutut di Hadapan Polisi Myanmar, Biarawati: Tembak Aku Saja

Griska Laras,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Berlutut di Hadapan Polisi Myanmar, Biarawati: Tembak Aku Saja
Image: Petugas polisi anti huru-hara menembakkan tabung gas air mata di Yangon, Myanmar, Sabtu (27/2/2021), untuk membubarkan pengunjuk rasa yang menentang kudeta militer. (ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer/RWA/sa.)

Myanmar - Kisah haru kembali datang dari demo anti-kudeta Myanmar. Seorang biarawati berlutut di hadapan aparat kepolisian dan mencoba melindungi demonstran.

Biarawati bernama Ann Rose Nu Tawng itu meminta polisi tidak menembaki anak-anak dan mengambil nyawanya sebagai gantinya.  

"Saya berlutut memohon kepada mereka untuk tidak menembak dan menyiksa anak-anak, tapi untuk menembak dan membunuh saya," ujar Ann Rose seperti dilansir Guardian, Rabu (10/3/2021).

Dalam video yang beredar di media sosial, suster Ann memakai pakaian serba putih berlutut dan berbicara dengan dua polisi yang ikut berlutut di depannya, Senin (8/3/2021) di Kachin, Myanmar.

Para pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan lengkap dengan pelindung kepala dan perisai buatan sendiri.

Saat polisi mulai berkumpul di sekitar mereka, Suster Ann Rose Nu Tawng dan dua biarawati lainnya memohon agar mereka pergi.

"Polisi mengejar untuk menangkap mereka dan saya mengkhawatirkan anak-anak," kata Suster Ann.

Biarawati berusia 45 tahun itu berlutut dan memohon agar polisi mengakhiri kekerasan dan melepaskan anak-anak.

Namun setelah dia pergi, polisi mulai menembaki kerumunan pengunjuk rasa di belakangnya dan menewaskan 2 orang pendemo di Kota Mytkyina.

Suster Ann Rose berkata dia akan terus membela anak-anak.

"Saya tidak bisa berdiri dan menonton tanpa melakukan apapun, melihat apa yang terjadi di depan mata saya sementara semua Myanmar berduka".

Kelompok advokasi Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (Assistance Association for Political Prisoners) melaporkan sejauh ini lebih dari 60 orang pendemo tewas dalam demonstrasi anti-kudeta militer. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait