beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Bertemu Zelensky, Erdogan Peringatkan 'Tragedi Chernobyl Lain'

Shelly Lisdya,
sekitar 2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Bertemu Zelensky, Erdogan Peringatkan 'Tragedi Chernobyl Lain'
Image: istimewa

Jakarta - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan pada Kamis (18/8/22) memperingatkan bencana nuklir di Ukraina selama pembicaraan tatap muka pertamanya dengan Presiden Volodymyr Zelensky sejak invasi Rusia dimulai, menggemakan permohonan dari kepala PBB.

Gejolak dalam pertempuran di sekitar fasilitas nuklir terbesar Eropa di Ukraina selatan yang dikuasai Rusia telah memicu peringatan mendesak dari para pemimpin dunia, dan Sekjen PBB Antonio Guterres memperingatkan selama pembicaraan dengan Erdogan bahwa kerusakan apa pun pada pabrik itu akan mirip dengan "bunuh diri."

"Kami khawatir. Kami tidak menginginkan Chernobyl lagi," kata Erdogan dalam konferensi pers di kota timur Lviv yang juga meyakinkan pemimpin Ukraina itu bahwa Ankara adalah sekutu kuat.

"Sambil melanjutkan upaya kami untuk menemukan solusi, kami tetap berada di pihak teman-teman Ukraina kami," kata Erdogan. 

Guterres mengatakan dia "sangat prihatin" tentang situasi di pabrik dan itu harus di demiliterisasi.

"Kita harus mengatakan seperti itu - potensi kerusakan pada Zaporizhzhia adalah bunuh diri," kata Guterres.

Erdogan, Zelensky, dan Antonio Guterres berkumpul di Kota Lviv, Ukraina, untuk membahas langkah-langkah untuk mengakhiri perang Ukraina-Rusia melalui cara-cara diplomatik dan mempertahankan mekanisme yang baru-baru ini dibentuk untuk ekspor gandum Ukraina ke pasar dunia.

Erdogan mengatakan Turki, Ukraina, dan PBB membahas langkah-langkah yang dapat diambil untuk ekspor gandum Ukraina, dan meminta masyarakat internasional untuk memikul tanggung jawab guna menghidupkan kembali proses diplomatik.

Sebelumnya pada 22 Juli 2022, PBB, Rusia, dan Ukraina menandatangani kesepakatan di Istanbul, Turki, untuk membuka kembali tiga pelabuhan Ukraina di Laut Hitam.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait