menu
user
Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URguide

Biar Nggak Stres, Begini Cara Memisahkan Urusan Pribadi dan Pekerjaan Selama WFH

Itha Prabandhani,
6 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Biar Nggak Stres, Begini Cara Memisahkan Urusan Pribadi dan Pekerjaan Selama WFH
Image: Freepik

Jakarta - Bekerja dari rumah selama pandemi membutuhkan penyesuaian yang nggak sedikit. Setuju kan, guys? Mulai dari mengatur tempat kerja di dalam rumah biar kondusif, hingga mengkondisikan anggota keluarga di rumah agar membantu kita tetap fokus bekerja.

Tapi, meskipun sudah diatur sedemikian rupa, sangat sulit untuk memisahkan urusan pribadi dan pekerjaan selama bekerja dari rumah

Contoh sederhananya, lagi sibuk meeting online, eh.. ibu sibuk masak di dapur dengan segala macam suara alat-alat masak. Atau, buat yang punya momongan, kadang tidak mudah untuk memberi pengertian bahwa meskipun di rumah, Bapak atau Ibu tetaplah bekerja, bukan sedang berlibur. 

Seringnya, karena melihat orang tuanya di rumah, si anak pengennya diajak main, bermanja-manja, atau malah ngajak pergi jalan-jalan.

Padahal, memberi batasan antara ruang pribadi dan pekerjaan sangatlah diperlukan untuk menjaga kesehatan mental kamu selama pandemi, guys.

Selain itu, privasi juga diperlukan dalam pekerjaan, apalagi kalau jenis pekerjaanmu berkutat dengan rahasia-rahasia perusahaan.

Terus, gimana dong caranya memisahkan dua dunia yang sekarang menyatu ini? Berikut beberapa tips buat kamu, guys.

1. Jaga Privasi

1585126746-WFH.jpgSumber: Freepik

Gunakan salah satu ruangan sebagai tempat kamu bekerja. Jika tidak ada ruang kosong, gunakan kamar tidurmu. Buat salah satu sudut kamar tidur sebagai tempat untuk bekerja.

Untuk menjaga privasi, tutup pintu kamarmu selama bekerja. Ini akan membatasi gangguan dari suara-suara di sekitar maupun interupsi dari anggota keluarga yang lain.

2. Jaga Keamanan Data Pribadi dan Perusahaan

1587436735-tantangan-wfh1.jpgSumber: Freepik

Ngomongin masalah privasi, nggak hanya privasi saat kamu bekerja aja, guys. Kamu juga mesti memikirkan privasi atas data-data pribadimu. Idealnya, kamu bekerja dengan perangkat yang disediakan oleh kantor. 

Tapi, pastinya nggak semua kantor bisa menyediakan perangkat untuk semua karyawannya selama bekerja di rumah. Dengan begitu, mau nggak mau kita mesti menggunakan perangkat elektronik sendiri.

Demi menjaga keamanan data perusahaan, beberapa perusahaan mewajibkan perangkat kerja yang digunakan karyawannya untuk bisa diakses oleh petugas keamanaan IT-nya. 

Nah, kalau di perusahaanmu juga menerapkan kebijakan yang sama, kamu perlu mengamankan dulu data-data pribadimu. Simpan semua data pribadimu di folder khusus dan kunci dengan password. 

Alternatifnya, pindahkan data pribadimu ke perangkat penyimpanan data yang terpisah, seperti external hard disk atau flash disk. Dengan begitu, data pribadimu tidak akan bisa diakses oleh orang lain.

3. Atur Jadwal Bekerja dan Istirahat Seperti Biasa

1591351717-wfh.jpgSumber: Ilustrasi bekerja. (Freepik)

Meski bekerja di rumah, atur jadwal kerjamu seperti halnya kamu bekerja di kantor. Mulailah pada jam kerja yang ditentukan, dan akhiri pekerjaanmu di waktu yang semestinya. Jangan lupa, atur waktu istirahatmu dengan baik. 

Beri jeda setiap 2 jam untuk keluar dari ‘ruang kerja’ di rumah dan hiruplah udara segar. Saat makan siang, nikmati makan siangmu dan tinggalkan sejenak pekerjaanmu. Sesudah itu, kembali lagi ke laptopmu.

4. Tandai Waktu Selesai Kerjamu

1589625414-bekerja-keras.jpgSumber: Freepik

Buatlah sebuah ‘ritual’ khusus untuk menandai selesainya waktu kerjamu setiap hari. Kamu bisa melakukan hal yang sederhana seperti mandi sore atau olahraga sore, sesudah habis waktu kerjamu. 

Lakukan hal ini secara rutin sehingga mindset kamu akan terpola bahwa aktivitas itu adalah ‘batas pemisah’ bahwa waktu kerjamu sudah selesai dan kamu masuk pada waktu pribadi.

Seberat apapun situasi WFH yang kamu alami, jangan lupa untuk tetap bersyukur, guys. Di luar sana, banyak orang yang bahkan harus kehilangan pekerjaannya dan nggak sempat melalui ‘nikmatnya’ kerja dari rumah.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait